Kesehatan

Akses Vaskular Penting untuk Pasien Gagal Ginjal yang Menjalani Cuci Darah

Data terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hemodialisis di Indonesia memulai terapi dalam keadaan darurat, dengan akses vaskular yang memadai menjadi kunci keselamatan mereka.

D
Darma Yudhistira
18 September 2026 18 pembaca
Foto ilustrasi: Getty Images/saengsuriya13
Foto ilustrasi: Getty Images/saengsuriya13

Jakarta - Dalam sebuah diskusi kelompok terfokus (FGD) yang diadakan oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) untuk memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026, terungkap bahwa hampir 90 persen pasien hemodialisis di Indonesia memulai sesi terapi pertama mereka dalam keadaan darurat. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen pasien harus menggunakan kateter ganda (double-lumen catheter/CDL) sebagai akses awal. Hanya 3,6 persen pasien yang berhasil mempersiapkan akses permanen berupa Arteriovenous (AV) Fistula, yang dikenal juga sebagai Cimino.

Ketua KPCDI, Tony Samosir, menyatakan, "Jika hampir 90 persen pasien memulai cuci darah dalam kondisi darurat, maka persoalannya bukan lagi sekadar bagaimana memasang kateter atau membuat Cimino. Kita harus bertanya mengapa pasien tiba di titik itu tanpa persiapan yang cukup," dalam FGD yang berlangsung pada Kamis (17/9/2026).

Pentingnya Akses Vaskular dalam Hemodialisis

Dr. D. Pringgodigdo, SpPD-KGH, FINASIM, yang merupakan Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), menjelaskan bahwa proses hemodialisis melibatkan pengaliran darah dari tubuh ke luar untuk dibersihkan dari racun dan cairan yang tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal, sebelum darah tersebut dikembalikan ke dalam tubuh. Akses vaskular yang baik sangat penting untuk memastikan aliran darah yang cukup dan cepat, yang tidak dapat dicapai dengan pembuluh darah vena biasa yang kecil.

“Kalau alirannya lambat, tidak sesuai juga tidak efektif, tidak adekuat. Jadi salah satu kebutuhan pada pasien cuci darah atau hemodialisis adalah akses vaskular,” ujarnya.

Risiko Tanpa Akses Vaskular yang Memadai

Tanpa akses vaskular yang berfungsi dengan baik, mesin hemodialisis tidak dapat menyaring racun dari tubuh pasien. Kegagalan dalam akses vaskular dapat mengakibatkan proses cuci darah tidak berjalan, yang bisa mengancam nyawa pasien.

Informasi ini menunjukkan betapa pentingnya persiapan dan akses yang tepat bagi pasien gagal ginjal yang menjalani terapi cuci darah, agar mereka dapat menerima perawatan yang efektif dan aman.

Artikel Terkait