KABARBURSA.COM – Saham-saham yang tergabung dalam grup Prajogo Pangestu masih menghadapi tekanan besar di pasar. Dalam tujuh hari perdagangan terakhir, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengalami penurunan tajam, disertai dengan arus keluar dana asing yang sangat agresif. DSSA tercatat sebagai salah satu saham dengan penurunan paling signifikan dalam sepekan terakhir.
Pada tanggal 13 Mei 2026, saham DSSA ditutup pada level 1.035 setelah mengalami penurunan sebesar 11,16 persen dalam sehari. Jika dilihat sejak 4 Mei 2026, saham ini telah merosot dari 1.525 menjadi 1.035, atau mengalami koreksi sekitar 32,1 persen hanya dalam tujuh sesi perdagangan. Penurunan ini berlangsung hampir tanpa adanya rebound yang berarti.
Arus Keluar Dana Asing yang Dominan
Tekanan dari investor asing juga terlihat sangat kuat. Dalam periode antara 4 hingga 13 Mei 2026, DSSA mencatat akumulasi net foreign sell mencapai sekitar Rp431,63 miliar. Distribusi terbesar terjadi pada 12 Mei, ketika investor asing mencatat jual bersih sebesar Rp140,11 miliar. Sebelumnya, pada 11 Mei, terjadi net sell sebesar Rp115,86 miliar, dan Rp58,93 miliar pada 8 Mei. Pola distribusi saham DSSA menunjukkan konsistensi, di mana ketika harga mencoba untuk rebound pada 7 Mei dan 12 Mei, arus jual dari pihak asing tetap mendominasi pasar.
Kondisi Serupa pada Saham CUAN
Situasi yang serupa juga dialami oleh saham CUAN. Emiten yang bergerak di sektor tambang ini mengalami volatilitas tinggi sepanjang sepekan terakhir. Pada perdagangan 13 Mei 2026, CUAN ditutup pada level 850 setelah mengalami penurunan sebesar 10,05 persen dalam sehari. Jika dibandingkan dengan posisi pada 4 Mei di level 1.160, saham CUAN telah terkoreksi sekitar 26,7 persen dalam tujuh hari perdagangan.
Menariknya, meskipun mengalami tekanan harga, nilai transaksi CUAN tetap sangat besar. Pada 12 Mei, transaksi CUAN mencapai Rp492,33 miliar dengan volume hampir 5 juta lot. Namun, tingginya nilai transaksi tersebut tidak mampu menahan arus keluar dana asing. Dalam periode yang sama, CUAN mencatat akumulasi net foreign sell sekitar Rp439,79 miliar, dengan tekanan terbesar terjadi pada 12 Mei ketika asing melakukan jual bersih sebesar Rp174,11 miliar. Sebelumnya, pada 6 Mei, asing juga melepas CUAN sebesar Rp78,79 miliar dan Rp47,54 miliar pada 13 Mei.
Berbeda dengan DSSA yang menunjukkan penurunan yang lebih konsisten, CUAN sempat memperlihatkan perlawanan dengan lonjakan 12,07 persen pada 5 Mei. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama karena kembali muncul tekanan distribusi dari pihak asing pada sesi-sesi berikutnya. Jika dibandingkan, total arus keluar asing dari CUAN sedikit lebih besar dibandingkan DSSA, dengan CUAN mencatat foreign outflow sekitar Rp439,69 miliar, sementara DSSA sekitar Rp429,91 miliar dalam periode yang sama.
Perdagangan kedua saham ini kini menunjukkan pola yang hampir serupa dengan saham-saham besar lainnya yang sebelumnya menjadi pusat perhatian pasar. Nilai transaksi tetap tinggi, volatilitas meningkat tajam, namun arus dana asing masih terus bergerak keluar. Di tengah kondisi ini, pasar mulai menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi terhadap perubahan sentimen global, rotasi dana asing, serta tekanan likuiditas pada saham-saham dengan volatilitas tinggi.
(*) Disclaimer: Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.