🔴 Breaking
ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok
Nasional

Amerika Serikat Tidak Berhenti Menekan Iran Meski Perundingan Berlangsung

Perlombaan senjata dan ketegangan antara AS dan Iran meningkat, sementara perundingan damai sedang berlangsung.

Adhe Dharma

Penulis

26 March 2026
6 kali dibaca
Amerika Serikat Tidak Berhenti Menekan Iran Meski Perundingan Berlangsung

Amerika Serikat (AS) tetap bersikeras untuk meningkatkan tekanan pada Iran, meskipun perundingan damai sedang berlangsung antara kedua negara. Hal ini menunjukkan bahwa AS tidak ingin melepaskan kesempatan untuk memperlemah Iran, terlepas dari upaya untuk mencapai kesepakatan damai.

Menurut sumber diplomatik, AS berencana untuk terus meningkatkan sanksi ekonomi dan militer terhadap Iran, dengan tujuan untuk memaksa negara tersebut menghentikan program nuklir dan kegiatan militer di luar negeri. "Kami tidak akan berhenti menekan Iran sampai mereka setuju untuk menghentikan program nuklir dan kegiatan militer di luar negeri," kata seorang pejabat AS.

Perundingan damai antara AS dan Iran telah berlangsung selama beberapa bulan, dengan tujuan untuk mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak. Namun, proses perundingan ini tetap sulit dan kompleks, dengan banyak isu yang masih belum terselesaikan. "Kami masih memiliki perbedaan pendapat yang signifikan dengan Iran, tetapi kami tetap berkomitmen untuk mencapai kesepakatan damai," kata seorang diplomat AS.

Iran sendiri telah menyatakan bahwa mereka tidak akan mundur dari posisi mereka, dan bahwa mereka akan terus mempertahankan hak mereka untuk mengembangkan program nuklir dan kegiatan militer. "Kami tidak akan menyerah pada tekanan AS, dan kami akan terus mempertahankan hak kami," kata seorang pejabat Iran.

Perlombaan senjata dan ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan kedua negara terlibat dalam pertempuran proxy di beberapa wilayah, termasuk Irak dan Suriah. Hal ini menunjukkan bahwa konflik antara AS dan Iran tidak hanya terbatas pada perundingan damai, tetapi juga melibatkan pertempuran militer dan kompetisi strategis.

Para ahli keamanan internasional khawatir bahwa ketegangan antara AS dan Iran dapat meningkat menjadi konflik yang lebih besar, yang dapat melibatkan negara-negara lain di kawasan. "Kami khawatir bahwa konflik antara AS dan Iran dapat meluas menjadi konflik yang lebih besar, yang dapat membahayakan keamanan regional dan global," kata seorang ahli keamanan internasional.

Untuk saat ini, perundingan damai antara AS dan Iran masih berlangsung, dengan tujuan untuk mencapai kesepakatan damai yang memuaskan kedua belah pihak. Namun, dengan tekanan AS yang terus meningkat dan posisi Iran yang tidak mau mundur, prospek untuk mencapai kesepakatan damai tetap tidak pasti.

Artikel Terkait

Sumber: www.inews.id