Hiburan

Aming Harapkan Film Warga Rusun 609 Menjadi Sumber Hiburan di Masa Sulit

Film horor komedi Warga Rusun 609 menyajikan kisah tentang arwah penghuni rusun dengan sentuhan komedi yang menghibur. Aming, salah satu pemeran, berharap film ini dapat memberikan keceriaan bagi peno...

E
Eko Prasetyo
22 September 2026 28 pembaca
suara.com Sumber: suara.com
Ranty Maria (kiri) dan Aming (kanan) saat media visit film Warga Rusun 609 di kantor Suara.com, Jakarta Barat, Senin (10/8/2026). (Suara.com/ Mohammad Rhadzaki Ramadhan)
Ranty Maria (kiri) dan Aming (kanan) saat media visit film Warga Rusun 609 di kantor Suara.com, Jakarta Barat, Senin (10/8/2026). (Suara.com/ Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Film Warga Rusun 609, yang menggabungkan elemen horor dan komedi, tidak hanya menyuguhkan cerita tentang arwah penghuni rusun, tetapi juga menampilkan komedi melalui interaksi antar tokohnya. Aming, yang berperan sebagai Pak Anjay, melihat film yang diproduksi oleh Rapi Film, Sky Media, Legacy Pictures, dan Vortera Studios ini sebagai tontonan yang ditujukan untuk menghibur penonton. Dalam film ini, ia berhadapan dengan berbagai masalah bersama penghuni lainnya setelah tempat tinggal mereka terancam dibongkar untuk dijadikan pusat perbelanjaan.

“Film ini memang dibuat untuk bersenang-senang, bergembira bersama-sama. Jadi memang enggak usah banyak mikir,” ungkap Aming saat ditemui dalam acara media visit Warga Rusun 609 di Jakarta pada Selasa (22/9/2026). Menurutnya, suasana selama proses produksi sangat mendukung konsep hiburan yang ingin disampaikan oleh film yang disutradarai oleh Herwin Novianto tersebut. Ia merasa proses syuting berlangsung santai karena para pemain saling mendukung dan memiliki chemistry yang baik.

Proses Syuting yang Santai

“Shooting-nya itu kayak liburan rasa kerja. Tiba-tiba sudah selesai saja. Waktu shooting kita pikirnya seru-seru saja, biasa, tapi pas lihat filmnya ternyata seru banget,” tambah Aming. Ia juga menekankan bahwa banyak pemain dalam film ini memiliki karakter komedi yang kuat, sehingga kelucuan dapat muncul secara alami melalui interaksi di antara mereka. “Semua lucu sih. Banyak silent killer. Dustin itu misalnya, dia enggak ngapa-ngapain saja sudah lucu,” jelasnya.

Aming juga merasakan energi positif selama proses produksi yang terasa saat film ditayangkan kepada penonton. Ia melihat respons yang antusias saat mengikuti pemutaran dan kunjungan ke bioskop. “Pas cinema visit itu responsnya happy, ketawa terus. Jadi kayak pelepasan dari anxiety juga,” katanya.

Karakter Bunga yang Menarik

Selain Aming, Ranty Maria juga berperan penting dalam film ini sebagai Bunga. Ranty menggambarkan karakter Bunga sebagai seorang perempuan independen yang telah lama hidup sendiri di rusun. “Bunga ini cewek yang independen, yang hidup sendiri. Sudah lama hidup di rusun sendirian. Jadi enggak punya siapa-siapa, basically. Dia introvert juga dan dia hidup untuk survive saja,” jelas Ranty.

Kehidupan Bunga berubah setelah ia bertemu dengan Arka yang diperankan oleh Morgan Oey. Namun, perjalanan Bunga berlanjut setelah ia meninggal dan menjadi arwah. Ranty mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesarnya adalah proses transformasi Bunga menjadi hantu. Ia harus menjalani persiapan makeup yang cukup lama, termasuk proses pembersihan setelah syuting selesai. “Cuma mungkin kalau buat aku proses menjadi hantunya, teknisnya saja sih. Karena butuh waktu yang lumayan prepare-nya pas bikinnya, pas ngapusnya itu lebih parah lagi,” tutup Ranty.

Artikel Terkait