Hiburan

Ancaman Mafia Terhadap Presiden: Yudo Achilles Soroti Pemecatan Ayahnya

Yudo Achilles Sadewa, anak dari mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan pernyataan keras di Instagram terkait ancaman terhadap presiden setelah pemecatan ayahnya. Ia menyoroti isu...

D
Darma Yudhistira
15 September 2026 29 pembaca
suara.com Sumber: suara.com
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]

Yudo Achilles Sadewa, putra dari mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menarik perhatian publik setelah mengunggah pernyataan di akun Instagram-nya mengenai ancaman terhadap presiden yang berkaitan dengan penangkapan para koruptor. Pemecatan Purbaya dari jabatannya terjadi pada Senin, 14 September 2026, di mana Presiden Prabowo resmi memberhentikannya dan menunjuk Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, sebagai penggantinya.

Unggahan Kontroversial di Instagram

Dalam unggahan terbarunya, Yudo menyebut adanya sosok yang ia sebut sebagai "mafia" dan mengaitkannya dengan ancaman kepada presiden jika tindakan penangkapan terhadap koruptor dilakukan. Ia menyertakan foto Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan ayahnya, Purbaya Yudhi Sadewa, namun tidak menjelaskan secara rinci siapa yang dimaksud sebagai mafia tersebut. "Well tahu lah siapa mafia-nya. Dia ancam presiden supaya lengser kalau koruptor ditangkap. Sementara bapak pecatin koruptor," tulis Yudo dalam unggahannya.

Kritik Terhadap Sistem Politik

Sebelumnya, Yudo juga sempat mengungkapkan pandangannya setelah perubahan posisi ayahnya. Ia menyatakan bahwa dirinya kini tidak lagi berstatus sebagai anak menteri, sehingga merasa memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat. "Sekarang Yudo udah bukan anak menteri, jadi bebas asbun (asal bunyi)," tulisnya melalui Instagram Story.

Unggahan tersebut menarik perhatian warganet karena Yudo secara terbuka membahas kehidupan politik dan peran seorang menteri. Ia bahkan membandingkan kehidupan menteri dengan profesi trader yang menurutnya lebih menguntungkan. "Pensiun aja dari politik, enak jadi trader, ngurusin ratusan perbulan. Jadi menteri gaji kecil, kerjanya non-stop, ngurusin negara yang bawahan korup," ungkapnya. Pernyataan ini mencerminkan kritik Yudo terhadap beban kerja pejabat negara dan masalah korupsi yang ada di pemerintahan.

Pencopotan Purbaya dari jabatannya terjadi pada hari yang sama saat ia masih melaksanakan tugas sebagai Menteri Keuangan. Pada hari itu, Purbaya menghadiri rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Namun, di tengah rapat, ia tiba-tiba meninggalkan ruangan setelah menerima telepon. Berdasarkan pengamatan di lokasi, Purbaya terlihat menerima telepon dari seseorang sebelum akhirnya keluar dari ruang rapat.

Artikel Terkait