Hiburan

--- Apakah Konsumsi Susu Whey Protein Menyebabkan Jerawat di Punggung? Inilah Penjelasan Dokter ---

--- Susu whey protein, yang populer di kalangan penggemar kebugaran, sering kali dikaitkan dengan munculnya jerawat di punggung. Namun, seorang dokter menjelaskan bahwa penyebabnya tidak selalu terkai...

J
Jaya Abdi
06 July 2026 20 pembaca
inews.id Sumber: inews.id
Advertisement
Advertisement
---TITLEEXCERPT--- Susu whey protein, yang populer di kalangan penggemar kebugaran, sering kali dikaitkan dengan munculnya jerawat di punggung. Namun, seorang dokter menjelaskan bahwa penyebabnya tidak selalu terkait langsung dengan susu tersebut. ---CONTENT---

JAKARTA, iNews.id – Susu whey protein telah menjadi salah satu suplemen yang banyak diminati oleh para penggemar gym. Suplemen ini diyakini dapat membantu memenuhi kebutuhan protein serta mendukung pembentukan massa otot. Namun, di balik popularitasnya, banyak orang melaporkan munculnya bruntusan atau jerawat di punggung setelah rutin mengonsumsinya. Hal ini sering kali membuat orang ragu untuk mengonsumsi susu whey protein. Pertanyaannya, apakah benar whey protein menjadi penyebab utama jerawat di punggung?

Penyebab Jerawat di Punggung

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Windy Keumala Budianti, Sp.DVE, Subsp.DAI, FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa kondisi ini memang dapat terjadi pada sebagian orang, namun penyebabnya tidak selalu disebabkan oleh whey protein itu sendiri. Dalam sebuah podcast bersama dokter dan influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, dr. Windy menyatakan bahwa kandungan protein yang tinggi pada beberapa jenis whey protein bisa mempengaruhi kondisi kulit, terutama di area punggung.

Kaitan Antara Whey Protein dan Kulit

“Memang pada beberapa kasus, enggak semua sih, ada memang whey protein mungkin tergantung kandungannya juga, itu ternyata juga mampu memicu ekskresi dari keringatnya itu menjadi papul karena kandungan protein yang tinggi. Tapi nggak selalu dibilang alergi sih,” ungkap dr. Windy. Penjelasan ini menunjukkan bahwa meskipun ada kemungkinan whey protein berkontribusi terhadap masalah kulit, hal tersebut tidak dapat digeneralisasi untuk semua orang.

Artikel Terkait