Ekonomi

--- Astra International Perkirakan Tambahan Laba Usai Akuisisi Saham Astra Otoparts ---

--- PT Astra International Tbk memproyeksikan tambahan laba mencapai Rp 115 miliar setelah menguasai lebih banyak saham Astra Otoparts Tbk. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat kepemilikan d...

E
Eko Prasetyo
10 September 2026 30 pembaca
Nur Hana Putri Nabila
Nur Hana Putri Nabila
---TITLEEXCERPT--- PT Astra International Tbk memproyeksikan tambahan laba mencapai Rp 115 miliar setelah menguasai lebih banyak saham Astra Otoparts Tbk. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat kepemilikan dan prospek perusahaan. ---CONTENT---

PT Astra International Tbk (ASII) memperkirakan akan mendapatkan tambahan laba sekitar Rp 115 miliar dari PT Astra Otoparts Tbk (AUTO). Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur Astra International, Rudy, setelah perusahaan melakukan penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO). Rudy menilai bahwa fundamental AUTO tetap kuat dan mencatatkan arus kas yang solid, sehingga memberikan peluang pertumbuhan jangka panjang.

Dalam penawaran tender sukarela tersebut, Astra menawarkan harga Rp 3.600 per saham untuk membeli hingga 4,95% saham AUTO. Jika seluruh saham yang ditawarkan terjual, Astra akan mengeluarkan sekitar Rp 858 miliar dan meningkatkan kepemilikannya dari 80% menjadi 84,95%. Rudy menjelaskan bahwa transaksi ini tidak akan mengubah pengendali AUTO, mengingat Astra sudah memiliki 80% saham saat ini. “Kalau kami bisa mengambil semua, kepemilikan kami akan naik ke 84,95%. Jadi akan naik 4,95%, kali profit Astra Otoparts sekarang sekitar Rp 2,2 triliun–Rp 2,3 triliun, dari itu tambahan sekitar Rp 100 miliar–Rp 115 miliar terhadap laba rugi perseroan,” ungkap Rudy dalam public expose yang berlangsung pada Kamis (10/9).

Pertahankan Porsi Saham Publik

Rudy juga menekankan bahwa Astra akan tetap menjaga porsi saham publik atau free float AUTO sebesar 15% dengan memanfaatkan kas internal perusahaan. Sejalan dengan itu, Senior Technical Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa langkah ASII untuk memperkuat kepemilikannya di AUTO merupakan langkah strategis. Menurutnya, tindakan ini menunjukkan keyakinan ASII terhadap prospek fundamental anak usahanya tersebut.

“Saya melihat aksi ini lebih tepat dipandang sebagai penguatan strategic ownership ketimbang sekadar aksi korporasi jangka pendek. Dengan kepemilikan yang semakin besar, ASII akan memperoleh porsi yang lebih besar atas pertumbuhan laba AUTO ke depan,” kata Nafan.

Prospek Pertumbuhan yang Positif

Nafan menambahkan bahwa fundamental AUTO saat ini cukup kuat. Pada semester pertama 2026, pendapatan meningkat sebesar 13,2% menjadi Rp 10,85 triliun, sementara laba bersih melonjak 22,6% menjadi Rp 1,16 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja bisnis manufaktur dan perdagangan, termasuk meningkatnya permintaan komponen dari segmen original equipment manufacturer (OEM).

Dia juga menilai bahwa aksi tender offer ASII berkaitan dengan perubahan struktur kepemilikan AUTO setelah keluarnya Jardine. Namun, dia menekankan bahwa langkah ini tidak bisa langsung diartikan sebagai dampak dari keluarnya Jardine. “Yang jelas, struktur kepemilikan AUTO sekarang sudah berada di bawah ASII, dan tender offer ini memperlihatkan Astra ingin semakin memperkuat kontrol ekonominya atas AUTO,” ujarnya.

ASII telah menegaskan bahwa tender offer ini tidak bertujuan untuk melakukan delisting atau menjadikan AUTO sebagai perusahaan tertutup. Nafan melihat langkah ini sebagai bagian dari konsolidasi bisnis otomotif Astra untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan AUTO dalam jangka menengah dan panjang. Selain pertumbuhan laba yang solid, AUTO juga masih memiliki sejumlah katalis positif, seperti pemulihan volume penjualan otomotif dan perkembangan kendaraan listrik. Riset terbaru juga memperkirakan laba AUTO akan tumbuh sekitar 20% pada 2026, sebelum kembali normal dengan pertumbuhan 5%-11% pada 2027-2028.

Meski prospeknya terlihat positif, Nafan mengingatkan investor untuk memperhatikan valuasi dan risiko aksi ambil untung, mengingat harga saham AUTO telah meningkat sekitar 47% dalam dua bulan terakhir.

Artikel Terkait