Kota Kediri, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah terungkapnya penyebab keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa usai mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah setempat telah merilis hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang disajikan kepada siswa.
Dr. Hamida, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, mengonfirmasi bahwa bakteri Escherichia coli (E. coli) terdeteksi dalam sampel nasi dan buah melon yang disajikan sebagai bagian dari menu MBG. Hasil pengujian tersebut berasal dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Kediri. "Ditemukan E. coli di sampel nasi dan buah melon," ungkap dr. Hamida.
Detail Hasil Pemeriksaan
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kadar kontaminasi bakteri menunjukkan angka satu pada sampel nasi dan tujuh pada sampel buah melon. Sementara itu, sampel daging ayam masih dalam proses pengujian lebih lanjut. "Kadarnya di nasinya itu, di nasi satu, di melon ada tujuh," jelas dr. Hamida.
Penyebab Kontaminasi
Mengenai penyebab kontaminasi, dr. Hamida menduga bahwa hal tersebut berkaitan dengan kebersihan dalam proses pengolahan makanan. Risiko penularan dapat muncul dari berbagai faktor, mulai dari pemilihan bahan mentah, kebersihan saat mencuci, cara penyimpanan, proses memasak, hingga waktu antara penyelesaian pengolahan makanan dan pembagian kepada siswa.
Berita baiknya, kondisi para siswa yang sempat dirawat di RSUD Gambiran menunjukkan perbaikan. Dari total 15 anak yang mendapatkan perawatan intensif, 13 di antaranya telah diperbolehkan pulang, sedangkan dua siswa lainnya masih dalam tahap observasi ringan.
Bahaya Bakteri E. Coli
Escherichia coli atau E. coli adalah jenis bakteri yang umumnya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Sebagian besar strain E. coli tidak berbahaya dan hanya menyebabkan gangguan pencernaan ringan. Namun, terdapat strain berbahaya seperti E. coli O157:H7 yang dapat menghasilkan racun kuat yang merusak lapisan usus halus, berpotensi menyebabkan infeksi diare berat, kram perut hebat, muntah, dan buang air besar berdarah.
Kontaminasi E. coli pada makanan sering terjadi akibat penanganan yang tidak higienis, seperti: hasil pertanian segar yang terpapar kotoran hewan, daging olahan yang tidak bersih saat penyembelihan, susu mentah yang tidak dipasteurisasi, dan air terkontaminasi yang digunakan untuk mencuci bahan makanan.
Anak-anak termasuk kelompok yang sangat rentan terhadap dampak serius dari E. coli. Sementara infeksi pada orang dewasa sehat dapat membaik dalam waktu seminggu, anak-anak dan lansia berisiko mengalami komplikasi berat, termasuk gagal ginjal yang dapat mengancam jiwa. Gejala infeksi E. coli biasanya muncul 3 hingga 4 hari setelah mengonsumsi makanan terkontaminasi, meskipun dalam beberapa kasus dapat muncul lebih cepat dalam waktu 24 jam. Jika anak mengalami muntah berulang, kram perut hebat, atau diare berdarah, penanganan medis darurat harus segera dilakukan.