Kesehatan

BGN Hapus 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima Program Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional memperbarui data penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis dengan mencoret 1.653 sekolah, sebagian besar merupakan sekolah swasta internasional.

J
Jaya Abdi
11 September 2026 27 pembaca
Foto: Dwi/detikcom
Foto: Dwi/detikcom

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) telah melakukan pembaruan data mengenai sasaran penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pembaruan ini, sebanyak 1.653 satuan pendidikan dikeluarkan dari daftar penerima program tersebut.

Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa sebagian besar dari satuan pendidikan yang dicoret adalah sekolah swasta yang memiliki standar internasional, serta sekolah-sekolah yang dianggap sudah mampu secara finansial. "Mayoritas dari 1.653 yang kami exclude atau kami keluarkan dari daftar penerima manfaat tadi adalah sekolah-sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah atau satuan pendidikan yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional dan sekolah-sekolah yang sudah mandiri secara finansialnya, tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah atau dana BOS," ungkap Sudaryono dalam keterangannya pada Kamis (10/9/2026).

Data Penerima MBG yang Diperbarui

Sudaryono menambahkan bahwa pembaruan data ini dilakukan oleh BGN bersama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama. Proses pendataan mencakup lebih dari 580.000 satuan pendidikan di Indonesia, termasuk sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya.

Dari total tersebut, lebih dari 340.000 satuan pendidikan telah menerima layanan MBG, sementara sekitar 240.000 satuan pendidikan lainnya masih belum mendapatkan program ini. "Lebih dari 340.000 sekolah telah mendapatkan atau dilayani program MBG di sekolahnya artinya masih ada sekitar 240.000 sekolah yang belum menerima program MBG," jelas Sudaryono.

Permohonan dari Sekolah yang Belum Mendapatkan Layanan

Menurut Sudaryono, tujuan dari pembaruan data ini adalah untuk memastikan bahwa perluasan program MBG dapat dilakukan dengan cara yang lebih terukur. BGN juga ingin memastikan bahwa perluasan layanan ini mempertimbangkan prioritas serta kondisi masing-masing wilayah.

Di sisi lain, BGN mengaku telah menerima banyak permohonan dari sekolah-sekolah yang hingga kini belum mendapatkan layanan MBG. Sudaryono menyatakan bahwa permohonan tersebut akan ditindaklanjuti, namun sekolah tidak otomatis akan langsung mendapatkan layanan. "Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBG sampai saat ini dan itu akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBG secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan yang kami punyai," kata Sudaryono.

BGN menekankan bahwa pembaruan data ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan penyaluran MBG dilakukan kepada sasaran yang tepat serta mendukung perluasan program secara bertahap.

Artikel Terkait