Ekonomi

BGN Masih Tinjau Rencana Penghentian MBG untuk Siswa Mampu

Badan Gizi Nasional (BGN) masih mengkaji rencana penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa dari keluarga mampu. Waktu kajian ditargetkan selesai dalam satu bulan.

D
Dinda Mughni
18 July 2026 18 pembaca
Wakil Kepala BGN ungkap masih kaji rencana setop MBG bagi siswa dari keluarga mampu desil 8 sampai 10. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
Wakil Kepala BGN ungkap masih kaji rencana setop MBG bagi siswa dari keluarga mampu desil 8 sampai 10. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono menyatakan bahwa pihaknya masih mengkaji rencana penghentian program makan bergizi gratis (MBG) bagi siswa dari keluarga mampu yang berada di desil 8 sampai 10. Saat ditanya mengenai target waktu untuk menyelesaikan kajian tersebut, Trenggono menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan waktu satu bulan untuk memperbaiki tata kelola program MBG.

"Memang sudah ada wacana, tapi masih kami kaji lagi. Nanti hasilnya akan disampaikan setelah kajian selesai ya," ujar Trenggono usai rapat dengar pendapat BGN dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (17/7).

Trenggono menambahkan, "Sudah diberikan waktu maksimal 1 bulan ya. Yang jelas penerima manfaat itu adalah prioritas. Jadi, disesuaikan nanti ya." Pernyataan ini disampaikan setelah Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menginstruksikan agar penerima manfaat program MBG diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

Agustina menjelaskan bahwa pemerintah memfokuskan penerima manfaat dari golongan desil bawah dan daerah tertinggal. "Yang perlu diefisiensikan, yang tidak harus menerima lagi program MBG ya silakan tidak usah menerima lagi," kata Agustina di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7).

Ia menambahkan, "Tetapi mereka yang berada di desil yang di bawah, di daerah yang tertinggal, di daerah yang memang prevalensi stunting-nya tinggi dan sebagainya, silakan diberikan." Agustina juga menyatakan bahwa pemerintah kini berfokus pada penataan penerima manfaat MBG dan akan melakukan pengkajian mendalam dalam satu bulan ke depan.

Agustina menyampaikan bahwa rapat ini juga membahas dinamika di lapangan, khususnya latar belakang siswa yang beragam di satu sekolah yang sama. "Tetapi ada dinamika, bagaimana kalau sekolah itu katakanlah 50 persen, 50 persen ada di desil menengah 6 atau ke bawah," ujarnya.

Ia juga menyinggung aspek psikologis siswa, mengatakan bahwa banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan. "Jadi seperti tadi, misalnya ada sekolah negeri atau sekolah apa, ya, yang ada muridnya katakanlah 50 persen desilnya menengah sedikit ke bawah, menengah sedikit ke atas, kan berarti nanti jangan sampai ada yang menerima, ada yang tidak. Pertimbangkan secara psikologis," ucapnya.

Artikel Terkait