Ekonomi

Boy Thohir Menghadapi Tantangan Saham GOTO, Antara Cut Loss atau Bertahan?

Garibaldi Thohir, yang akrab disapa Boy Thohir, mengungkapkan bahwa ia masih memiliki 1 miliar lembar saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) meskipun harga sahamnya telah merosot.

A
Agus Wigati
13 October 2026 17 pembaca
Nur Hana Putri Nabila
Nur Hana Putri Nabila

Pengusaha sekaligus Presiden Direktur Grup Alamtri, Garibaldi Thohir, yang lebih dikenal dengan nama Boy Thohir, mengungkapkan posisi kepemilikan sahamnya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Hingga saat ini, ia masih memegang 1 miliar lembar saham GOTO sejak perusahaan tersebut melantai di Bursa Efek Indonesia. Boy Thohir menyatakan bahwa meskipun harga saham GOTO telah turun menjadi Rp 27, keputusan untuk menjual saham tersebut tidaklah sederhana. Ia mengakui telah mengalami kerugian besar dengan kondisi saham GOTO, yang ia sebut sebagai 'nyangkut'.

“Enggak juga as simple as mau cut loss, cut loss-nya terlalu banyak. Jadi saya bilang udahlah diamin aja nanti kita liat,” ungkap Boy Thohir dalam sebuah wawancara di kanal YouTube The Overpost yang dipandu oleh Leon Hartono.

Refleksi atas Bisnis dan Kerugian

Boy Thohir menjelaskan bahwa dalam kehidupan dan bisnis, terdapat saat-saat ketika seseorang meraih keuntungan dan juga saat-saat mengalami kerugian. Meskipun mengalami kerugian pada saham GOTO, ia tetap mengagumi perusahaan teknologi dan transportasi tersebut, terutama Gojek. Ia membandingkan perkembangan Gojek dengan Astra, yang memerlukan waktu puluhan tahun untuk berkembang. Menurutnya, Gojek telah berhasil menciptakan lapangan kerja baru melalui teknologi yang inovatif.

“How this anak-anak muda ini bisa create sesuatu yang wah,” kata Boy Thohir, menyoroti pencapaian Gojek dalam industri.

Prinsip Dasar dalam Berbisnis

Ia juga menekankan bahwa membangun bisnis tidak bisa dilakukan secara instan. Boy Thohir mengingatkan tentang prinsip dasar dalam berdagang, yaitu membeli dengan harga murah dan menjual dengan harga tinggi. Selain itu, ia menekankan pentingnya memperhatikan arus kas atau cash flow, yaitu keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran.

“Jadi saya bilang kayaknya bener itu deh fundamentalnya itu deh, beli murah jual mahal,” tambahnya.

Saham GOTO pada perdagangan intraday hari ini, Selasa (13/10), stagnan di harga Rp 27 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 30,80 triliun. Dalam sebulan terakhir, saham ini mengalami penurunan hingga 46% dan secara year to date (YTD) anjlok hingga 57,81%.

Berdasarkan prospektus IPO GOTO, saat perusahaan tersebut melantai di Bursa Efek Indonesia pada 11 April 2022, Boy Thohir tercatat memiliki 1,05 miliar saham seri A GOTO, yang setara dengan sekitar 0,08% dari total saham perusahaan.

Sebelumnya, Audrey Petriny, Kepala Urusan Korporat GoTo, menyatakan bahwa harga saham GOTO saat ini tidak mencerminkan fundamental bisnis yang terus menguat. “Penurunan harga saham lebih disebabkan oleh aspek teknis menyusul aturan baru Bursa Efek Indonesia terkait batas bawah harga saham yang tidak lagi di Rp 50,” jelasnya dalam keterangan resmi.

Ia juga menambahkan bahwa kinerja bisnis perusahaan menunjukkan pertumbuhan positif. Pada kuartal kedua 2026, GOTO mencatatkan laba bersih sebesar Rp 252 miliar, dengan pendapatan bersih mencapai Rp 5,7 triliun dan adjusted EBITDA lebih dari Rp 1 triliun. “Kami juga tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp 3,2-3,4 triliun. Kami tetap fokus memperkuat kinerja bisnis, yang kami yakini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” tutupnya.

Artikel Terkait