Kesehatan

BPOM Ingatkan Pentingnya Waktu Penyajian Makanan dalam Program MBG

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menekankan pentingnya waktu penyajian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencegah keracunan. Kepala BPOM menyatakan bahwa makanan siap saji t...

V
Vina Maharani
14 September 2026 27 pembaca
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/helovi
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/helovi

Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan perhatian serius terhadap waktu penyajian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul terjadinya sejumlah kasus keracunan di berbagai daerah. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa makanan olahan siap saji sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari empat jam setelah dimasak. Ia menjelaskan bahwa makanan yang dibiarkan lebih dari waktu tersebut pada suhu ruang sudah dianggap basi dan dapat terkontaminasi oleh mikroba.

“SOP yang kami berikan jangan lewat 4 jam. Kalau lewat 4 jam, itu hitungan kami itu sudah basi,” ujar Taruna saat ditemui di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, pada Senin (14/9/2026).

Temuan di Lapangan

Hasil pengawasan BPOM di lapangan menunjukkan bahwa masih ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengolah makanan pada pukul 01.00 dini hari, namun baru membagikannya pada pukul 12.00 siang. Jeda waktu yang mencapai 11 jam ini dapat menyebabkan penurunan kualitas makanan dan pembentukan zat berbahaya seperti aflatoksin, yang merupakan senyawa beracun yang dihasilkan oleh jamur seperti Aspergillus flavus.

Menanggapi pelanggaran prosedur tersebut, BPOM merekomendasikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan sanksi kepada SPPG yang tidak mematuhi aturan. “Rekomendasi kami yang pertama, tentu bagi SPPG yang tidak mampu menjalankan SOP dengan baik, kami rekomendasikan selain ada yang disuspend, juga ada yang mungkin ditutup,” katanya.

Pentingnya Pengawasan Pangan

Langkah pengawasan ini diambil untuk memastikan keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, juga menekankan pentingnya peran BPOM dalam menjaga gizi publik. “Apresiasi dan terima kasih kepada Badan BPOM yang tugasnya sangat-sangat berat menjaga agar makanan dan obat yang dikonsumsi masyarakat itu aman, bermutu, dan berkhasiat,” kata Pratikno.

Ke depan, BPOM berencana memperkuat koordinasi dengan BGN serta pemerintah daerah untuk memitigasi risiko keamanan pangan sejak dari tingkat dapur produksi.

Artikel Terkait