Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia mengungkapkan kesiapannya untuk mendampingi Timor Leste dalam memperkuat kapasitas laboratorium serta regulasi terkait keamanan pangan. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menekankan bahwa Indonesia sebagai negara tetangga siap untuk berbagi fasilitas dan standar regulasi kelas dunia yang dimiliki oleh BPOM.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Taruna saat membuka acara Pelatihan Teknis tentang Pengujian Laboratorium Keamanan Pangan untuk Agência Nacional da Farmácia e Produtos de Saúde (ANFAESA) I.P. di Kantor BPOM RI, Jakarta. "Sebagai keluarga, kita harus saling mendukung, bukan hanya dalam aspek teknis tetapi juga dalam hal-hal lain yang dapat memperkuat hubungan kita. Meskipun kita memiliki perbedaan, namun dengan Timor Leste kita memiliki beberapa kesamaan yang dapat membuat hubungan kita lebih kuat," ujarnya pada Senin (12/10/2026).
Kompetensi BPOM RI di Tingkat Internasional
Taruna juga menjelaskan bahwa BPOM RI saat ini terdaftar sebagai WHO Listed Authority (WLA), yang menempatkan sistem pengawasan obat dan makanan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, anggota Uni Eropa, Inggris, dan Jepang. "BPOM RI adalah satu-satunya lembaga dari negara berkembang yang masuk dalam daftar otoritas WHO, sementara yang lainnya adalah negara maju. Kami memiliki kompetensi, teknisi, dan sumber daya manusia yang berkualitas. Ini adalah kekuatan yang ingin kami berikan kepada Timor Leste. Tidak menutup kemungkinan, Timor Leste juga bisa menjadi negara dengan WHO LA. Kita bisa memulai bersama, karena bersama kita lebih baik daripada bersaing," tegasnya.
Pembangunan Laboratorium di Timor Leste
Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari Timor Leste menyampaikan bahwa negara mereka sedang merenovasi gedung laboratorium pangan meskipun dengan keterbatasan sumber daya. Pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utama untuk menangani isu penyakit menular dan penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi di Timor Leste. Untuk mencapai standar internasional, Timor Leste memerlukan pendampingan teknis dari BPOM RI, terutama dalam proses akreditasi dan sertifikasi ISO laboratorium di masa mendatang. Diharapkan pelatihan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara kedua negara.