Ekonomi

--- BUMI Mengakuisisi Laman Mining Senilai Rp 1 Triliun Melalui Utang dari Glencore ---

--- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menginvestasikan sekitar Rp 1 triliun untuk mengakuisisi Laman Mining, dengan sebagian besar pendanaan berasal dari utang kepada Glencore Australia Holdings Pty Limite...

J
Jarot Kusna
11 September 2026 37 pembaca
Nur Hana Putri Nabila
Nur Hana Putri Nabila
---TITLEEXCERPT--- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menginvestasikan sekitar Rp 1 triliun untuk mengakuisisi Laman Mining, dengan sebagian besar pendanaan berasal dari utang kepada Glencore Australia Holdings Pty Limited. ---CONTENT---

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah mengeluarkan dana sekitar Rp 1 triliun untuk melakukan akuisisi terhadap Laman Mining. Menariknya, sebagian besar pembiayaan untuk ekspansi ini diperoleh melalui utang dari perusahaan komoditas besar, Glencore Australia Holdings Pty Limited.

Direktur Bumi Resources, R.A Sri Dharmayanti, menjelaskan bahwa BUMI mendapatkan pinjaman sebesar US$ 54 juta, yang setara dengan Rp 958,28 miliar, dari Glencore berdasarkan Perjanjian Fasilitas yang ditandatangani pada 24 Agustus 2026. Angka tersebut dihitung menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada 1 September 2026, yang berada di angka Rp 17.746 per dolar AS. Untuk menutupi sisa biaya sebesar Rp 46,46 miliar, BUMI menggunakan kas internal yang dimilikinya.

“Nilai transaksi tersebut ditentukan berdasarkan hasil uji tuntas (due diligence) hukum, keuangan, perpajakan, dan teknis yang dilaksanakan oleh penasihat independen Perseroan dan negosiasi yang dilakukan antara BUMI dan LM,” jelas Sri dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia.

Alasan di Balik Akuisisi

Sri Dharmayanti menambahkan bahwa alasan utama di balik akuisisi tambang bauksit ini adalah hasil penilaian internal dan uji tuntas yang menunjukkan bahwa Laman Mining memiliki nilai sekarang bersih (NPV) positif serta tingkat pengembalian internal (IRR) yang melebihi ambang batas minimum investasi perusahaan. BUMI juga melihat adanya potensi sinergi, mengingat aset Laman Mining, Wolfram Limited, dan Jubilee Metals terletak di Queensland, yang memungkinkan optimalisasi operasional, infrastruktur pengolahan, serta jalur logistik.

Ketiga aset tersebut memiliki kesamaan dalam struktur perizinan dan pemenuhan kewajiban lingkungan karena berada dalam satu yurisdiksi. “Kesesuaian dengan strategi perseroan, akuisisi ini mendukung sasaran untuk mencapai bauran EBITDA dari kegiatan usaha non-batubara termal di atas 50% pada tahun 2031,” tambahnya.

Profil Laman Mining dan Target Ke Depan

Laman Mining merupakan perusahaan induk yang memiliki empat anak usaha dengan konsesi pertambangan. Perusahaan ini memiliki 100% saham di Highway Copper Gold Pty Ltd (HCG), yang telah memperoleh izin operasi produksi dan memiliki data geologi yang cukup untuk memulai tahap produksi. Selain itu, Laman Mining juga memiliki 100% saham di Trieste Lithium Ltd dan HWY4 Lithium Ltd, yang saat ini masih dalam tahap eksplorasi, serta 49% saham di American Consolidated Lithium yang juga berada dalam tahap eksplorasi.

“Akuisisi LM akan memberikan dampak terhadap laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2026,” ungkap Sri. Ia juga menargetkan agar Highway Reward Copper-Gold Mine mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan pada tahun kedua setelah akuisisi. Sementara itu, kontribusi pendapatan dari aset lithium baru akan ditentukan setelah eksplorasi dan evaluasi selesai.

Meskipun Laman Mining saat ini masih mencatatkan kerugian karena belum berproduksi secara komersial, BUMI menilai perusahaan tersebut berdasarkan potensi nilai kandungan mineral yang dapat menghasilkan arus kas di masa depan. Akuisisi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah melalui keekonomian proyek yang memenuhi ambang investasi BUMI, serta sinergi geografis dan operasional dengan Wolfram Limited dan Jubilee Metals di North Queensland.

Sri menekankan bahwa saat ini, perusahaan sedang mempertimbangkan berbagai opsi pendanaan yang paling efektif dan efisien untuk mendukung kegiatan usaha dan pengembangan bisnis Laman Mining.

Artikel Terkait