Kesehatan

CDC AS Awasi Pelancong dari Siberia Pasca Kematian Pekerja Laboratorium Rusia

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat meningkatkan pengawasan terhadap pelancong yang datang dari Siberia setelah seorang pekerja laboratorium dilaporkan meninggal akibat pn...

J
Jarot Kusna
09 October 2026 24 pembaca
Foto ilustrasi: ANDREY RUDAKOV/BLOOMBERG VIA GETTY IMAGES
Foto ilustrasi: ANDREY RUDAKOV/BLOOMBERG VIA GETTY IMAGES

CDC Amerika Serikat mengambil langkah proaktif terkait berita kematian seorang pekerja di institut penelitian di Siberia, Rusia. Pekerja tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat pneumonia yang penyebabnya masih belum dapat dipastikan, yang memicu kekhawatiran akan kemungkinan penyebaran wabah pes paru.

Direktur CDC, Erica Schwartz, menyatakan bahwa risiko penyebaran infeksi ini ke wilayah AS saat ini tergolong sangat rendah. Meski demikian, pihak berwenang tetap bersiap untuk melakukan pengawasan ketat terhadap setiap penumpang yang datang dari daerah tersebut.

Kerja Sama dengan Berbagai Lembaga

Schwartz menyampaikan, "Kami bekerja sama dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri, Departemen Perang, serta lembaga pemerintah lainnya untuk memastikan kami tahu pasti jika ada orang dari wilayah tersebut yang masuk ke Amerika Serikat." Pernyataan ini disampaikan dalam acara The Future of Health yang berlangsung di Washington.

CDC juga telah menyiapkan pos kesehatan pelabuhan di Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK) di New York. Fasilitas ini dirancang khusus untuk memantau dan melakukan pemeriksaan terhadap pelancong yang tiba dari Siberia.

Statistik Perjalanan dan Risiko Penularan

Juru bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat (HHS) AS menginformasikan bahwa sekitar 200 orang dari Siberia melakukan perjalanan ke AS setiap tahunnya. Namun, risiko penularan langsung dinilai semakin kecil mengingat penerbangan langsung antara Rusia dan AS telah dihentikan sejak dimulainya perang Ukraina pada tahun 2022.

Pemerintah Rusia melalui regulator kesehatan mereka juga menegaskan bahwa tidak ada risiko lonjakan wabah di Siberia setelah insiden kematian pekerja tersebut. Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, memberikan komentarnya mengenai situasi ini, menegaskan keyakinannya bahwa kematian pekerja di Siberia tidak disebabkan oleh senjata biologis.

Schwartz menambahkan, "Apa yang kami lakukan saat ini adalah memastikan kami memahami betul ancaman tersebut dari seluruh lini pemerintahan. Kami sangat yakin risikonya bagi Amerika Serikat sangat rendah."

Artikel Terkait