Musisi Chandra Satria meluncurkan proyek trilogi video musik yang berjudul Dan Bila Esok di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Kamis, 22 Oktober 2026. Proyek ini menggabungkan tiga lagu, yaitu Saat Denganmu, Dan, dan Pilihan, menjadi satu cerita yang terintegrasi. Dalam proses kreatifnya, Chandra bekerja sama dengan penulis skenario Titien Wattimena dan sutradara Agung Sentausa dengan struktur yang terdiri dari tiga babak.
Chandra Satria menyatakan bahwa ide untuk menciptakan sajian visual sinematik ini telah lama ada dalam pikirannya. "Keinginan bikin konsep ini udah lama. Tahun lalu memberanikan diri memulai ide ini," ungkapnya saat peluncuran. Inspirasi untuk proyek ini muncul setelah Chandra berkolaborasi dalam sebuah lagu dengan diva Sheila Majid dan musisi Dewi Lestari. "Jadi setelah lagu itu jadi, berpikir gimana ya. Gue pingin bikin ini jadi cerita pendek," tambahnya.
Proses Kreatif dan Kolaborasi
Untuk mewujudkan impiannya, Chandra mengajak Titien Wattimena dan Agung Sentausa untuk berdiskusi. "Akhirnya konsultasi sama Mbak Titin sama Agung. Akhirnya nekat membuat trilogi ini," jelasnya. Titien Wattimena, sebagai penulis cerita, merasa bersyukur karena jumlah lagu yang ada sangat cocok untuk diterapkan dalam formula skenario film. "Awalnya ketika Chan datang ke aku, untung cuma tiga ya. Kebetulan karena cuma tiga, secara penulisan cerita bisa pakai struktur tiga babak," ujarnya.
Tantangan dalam Menciptakan Alur Cerita
Menurut Titien, tantangan terbesar dalam proyek ini adalah menciptakan alur cerita yang memungkinkan setiap video dapat dinikmati secara terpisah namun tetap memiliki bobot. "Tapi tantangannya setiap babak ketika dilepas harus bisa berdiri sendiri. Secara cerita kita mencoba mencari sesederhana mungkin tapi insya Allah bisa menyentuh perasaan sih," lanjutnya.
Sutradara Agung Sentausa juga menjelaskan bahwa proses penggarapan visual berfokus pada pesan mendalam dari setiap lagu. "Sebenernya dari lagunya udah ada, dicoba ditulis kisahnya sama Titin. Kadang ada kepengen visualnya terpisah berdiri sendiri, ini kita coba dan aku merasa ini semua harus direalisasikan untuk nafas dan nyawa dari lagu itu sendiri," tuturnya.
Kolaborasi antara para sineas dan musisi ini menunjukkan dedikasi Chandra Satria dalam mengembangkan karya seni di industri musik Indonesia.