Kesehatan

Dampak Abu Vulkanik Terhadap Kesehatan dan Makanan yang Dapat Membantu

Abu vulkanik yang menyebar dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berdampak negatif pada kesehatan, terutama saluran pernapasan. Mengonsumsi makanan bergizi dapat membantu tubuh menghadapi efek pa...

J
Jaya Abdi
08 September 2026 32 pembaca
Foto: Ilustrasi buah dan sayur (Getty Images/Jay_Zynism)
Foto: Ilustrasi buah dan sayur (Getty Images/Jay_Zynism)

Jakarta - Penyebaran abu vulkanik di berbagai daerah tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Partikel abu yang sangat kecil dapat terhirup dan menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, terutama jika terpapar dalam jangka waktu yang lama. Selain mengurangi paparan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, penting juga untuk mengonsumsi makanan bergizi guna membantu tubuh menghadapi dampak dari paparan abu vulkanik.

Makanan yang Dapat Mendukung Kesehatan Tubuh

Spesialis gizi klinik, dr Raissa E. Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM, menjelaskan bahwa terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membantu tubuh dalam menghadapi stres oksidatif dan inflamasi akibat paparan abu. Namun, ia menekankan bahwa tidak ada makanan yang dapat membersihkan abu dari paru-paru. "Abu vulkanik mengandung partikel-partikel kecil yang ketika terhirup dapat mengiritasi saluran napas dan memicu stres oksidatif serta respons inflamasi," jelas dr Raissa melalui unggahan di akun Instagram-nya.

Dalam hal nutrisi, dr Raissa merekomendasikan untuk mengonsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayuran. "Perbanyak buah dan sayuran yang berwarna-warni, seperti jeruk, kiwi, jambu biji, pepaya, tomat, paprika, brokoli, sampai sayuran hijau yang mengandung vitamin C, karotenoid, dan berbagai antioksidan," tuturnya.

Pentingnya Asupan Vitamin dan Hidrasi

Selain itu, dr Raissa juga menyarankan untuk menambahkan makanan yang kaya akan vitamin E, seperti almond, kacang-kacangan, biji-bijian, dan alpukat. "Vitamin E merupakan antioksidan yang banyak diteliti kaitannya terhadap stres oksidatif," ungkapnya. Di samping itu, penting juga untuk mengonsumsi sumber omega-3, seperti ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel, yang memiliki efek antiinflamasi.

dr Raissa mengingatkan agar kebutuhan cairan tubuh selalu terpenuhi. "Pastikan minum cukup air untuk menjaga hidrasi tubuh dan mukosa. Tapi ingat, minum banyak air bukan berarti abu yang sudah masuk akan tercuci," tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya memastikan bahwa makanan dan air tidak terkontaminasi oleh abu. "Cuci buah dan sayur dengan baik serta lindungi makanan dan sumber air dari paparan abu," jelasnya.

Terakhir, dr Raissa menekankan bahwa fokus utama bukanlah mencari makanan detoks paru, melainkan mengutamakan pola makan bergizi seimbang yang kaya akan buah, sayur, sumber lemak sehat, dan protein, sambil tetap mengurangi paparan abu. "Kendati demikian, perlindungan utama yang perlu dilakukan yaitu tetap membatasi aktivitas di luar ruangan. Jangan lupa juga untuk menggunakan masker yang sesuai saat harus keluar rumah," pungkasnya.

Artikel Terkait