Kesehatan

Dampak Buruk Memeriksa Ponsel Saat Bangun Tidur Terhadap Kesehatan Jantung

Kebiasaan langsung memeriksa ponsel setelah bangun tidur dapat memicu stres yang berdampak negatif pada kesehatan jantung. Para ahli menjelaskan pentingnya memberi waktu bagi tubuh untuk beradaptasi d...

A
Ananta Prana
09 September 2026 28 pembaca
Foto: Ilustrasi bangun tidur melihat ponsel (Getty Images/iStockphoto/Pongchart)
Foto: Ilustrasi bangun tidur melihat ponsel (Getty Images/iStockphoto/Pongchart)

Jakarta - Banyak orang memiliki kebiasaan untuk segera mengecek ponsel setelah terbangun dari tidur. Meskipun terlihat sepele, kebiasaan ini dapat memicu respons stres yang berpotensi memengaruhi kesehatan jantung.

Menurut Dr. Sanjeev VK, seorang konsultan kardiologi di Gleneagles Hospital, Chennai, India, masalah yang muncul bukan berasal dari ponsel itu sendiri, tetapi dari reaksi tubuh dalam beberapa menit pertama setelah bangun tidur. Saat seseorang terbangun, tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi secara perlahan. Hal ini ditandai dengan peningkatan alami kadar kortisol, detak jantung, dan tekanan darah yang terjadi secara bertahap. Fenomena ini menjadi salah satu alasan mengapa serangan jantung dan stroke sering terjadi antara pukul 6 hingga 10 pagi.

Stres Pagi yang Berbahaya

“Masalahnya dimulai ketika kita langsung terpapar stres. Email pekerjaan, berita yang mengganggu, 50 notifikasi, atau bahkan melihat pengingat untuk rapat Zoom atau Google Meet yang dijadwalkan pada pukul 9 pagi. Ini mendorong sistem saraf kita langsung ke mode 'lawan atau lari' (fight or flight),” ungkap Dr. Sanjeev.

Dr. Sanjeev menjelaskan bahwa kondisi ini menyebabkan lonjakan adrenalin yang tiba-tiba. Akibatnya, detak jantung meningkat pesat, pembuluh darah menyempit, dan tekanan darah dapat melonjak. Notifikasi yang berkaitan dengan pekerjaan menjadi sangat menegangkan karena disertai rasa urgensi, sehingga tubuh bereaksi seolah-olah ada tenggat waktu yang harus dipenuhi segera setelah bangun tidur.

Satu hari dengan kebiasaan ini mungkin tidak menimbulkan masalah yang signifikan. Namun, jika menjadi rutinitas harian, tubuh tidak akan pernah mendapatkan awal hari yang tenang. Seiring waktu, stres kronis dapat berkontribusi pada berbagai masalah yang sering ditemui dalam kardiologi, seperti hipertensi, kualitas tidur yang buruk, resistensi insulin, dan disfungsi endotel.

Faktor Tambahan yang Mempengaruhi Kesehatan Jantung

Dr. Sanjeev juga menambahkan bahwa jika seseorang terus-menerus membuka media sosial hingga larut malam dan kemudian melakukannya lagi di pagi hari, kualitas tidurnya akan terganggu. Kurang tidur merupakan faktor risiko serangan jantung, aritmia, dan masalah metabolisme.

“Kami juga melihat hal ini pada orang dewasa yang lebih muda saat ini. Banyak individu berusia 20-an dan 30-an datang dengan keluhan kecemasan, jantung berdebar, dan tekanan darah tinggi. Sering kali, penyebab utamanya adalah kurang tidur dan stres digital yang berkelanjutan sejak mereka bangun tidur,” kata Dr. Sanjeev.

Untuk mengatasi masalah ini, Dr. Sanjeev menyarankan agar individu memberikan waktu jeda setelah bangun tidur. Bahkan 15-20 menit tanpa gangguan dapat memberikan perbedaan yang signifikan. Ia merekomendasikan untuk meminum air terlebih dahulu setelah bangun, memberi waktu bagi tubuh untuk beradaptasi, dan menghindari berita serta pesan terkait pekerjaan. Matikan notifikasi hingga Anda siap untuk melihatnya.

Artikel Terkait