Hiburan

Dampak Negatif Fruktosa: Hipertensi dan Gangguan Metabolisme

Konsumsi berlebihan fruktosa tidak hanya meningkatkan risiko asam urat, tetapi juga dapat menyebabkan hipertensi dan masalah metabolisme.

E
Eko Prasetyo
04 July 2026 19 pembaca
inews.id Sumber: inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA, iNews.id – Makanan dan minuman yang mengandung fruktosa tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan risiko asam urat, namun dampaknya tidak berhenti di situ. Prof. Antonius Suwanto, seorang Guru Besar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, menjelaskan bahwa konsumsi fruktosa yang berlebihan juga dapat memicu hipertensi dan gangguan metabolisme.

Fruktosa adalah jenis gula alami yang banyak ditemukan dalam buah-buahan, terutama yang memiliki rasa manis. Selain itu, fruktosa juga terdapat dalam gula pasir, minuman manis, permen, kue, serta berbagai makanan olahan lainnya.

Proses Metabolisme Fruktosa

Menurut Prof. Antonius, cara tubuh memetabolisme fruktosa berbeda dengan glukosa, yang langsung digunakan oleh sel sebagai sumber energi. "Glukosa digunakan oleh berbagai sel tubuh sebagai sumber energi. Sementara fruktosa, sebagian besarnya dimetabolisme di hati melalui jalur khusus yang membuatnya dapat langsung diubah menjadi lemak," jelasnya dalam IPB Podcast yang ditayangkan di kanal YouTube IPB TV.

Dampak Penggunaan Energi Berlebih

Proses metabolisme fruktosa membutuhkan energi yang cukup besar dari ATP. Penggunaan ATP yang berlebihan ini menghasilkan senyawa turunan yang kemudian diubah menjadi asam urat. Dengan demikian, konsumsi fruktosa yang tinggi dapat berpotensi menyebabkan masalah kesehatan yang serius, termasuk hipertensi.

Artikel Terkait