Jakarta - Tantangan finansial tidak hanya memengaruhi kehidupan sehari-hari, tetapi juga berdampak pada kesehatan otak. Sebuah studi menunjukkan bahwa kesulitan keuangan yang berlangsung lama dapat berhubungan dengan penuaan otak yang lebih cepat. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Innovation in Aging pada bulan Juli 2026.
Para peneliti melakukan analisis terhadap data dari 2.759 individu di Inggris yang telah mengisi kuesioner selama sebagian besar hidup mereka melalui Medical Research Council National Survey of Health and Development (MRC NSHD), yang merupakan studi kohort dari tahun 1946. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang mengalami kesulitan finansial atau pendapatan rendah secara terus-menerus selama masa dewasa awal dan pertengahan cenderung menunjukkan kinerja yang lebih buruk pada tes kognitif saat mencapai usia 53 tahun.
Hubungan Antara Pendapatan dan Kesehatan Otak
Di antara subkelompok yang menjalani pemindaian otak, ditemukan bahwa pendapatan rendah yang berkelanjutan juga berhubungan dengan kesehatan otak yang lebih buruk. Ini termasuk penyusutan otak yang lebih signifikan pada usia lanjut, yaitu sekitar 69-71 tahun. Hubungan ini tetap ada meskipun para peneliti mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti kemampuan kognitif di masa kanak-kanak, tingkat pendidikan, dan pengalaman kurang beruntung di masa kecil.
"Sebagian besar studi tentang penuaan kognitif hanya melihat kesulitan keuangan pada satu titik waktu saja. Studi kami yang menggunakan data selama beberapa dekade memungkinkan kami untuk melihat bahwa akumulasi kesulitan selama bertahun-tahunlah yang terkait dengan hasil kesehatan kognitif terburuk, bukan hanya episode kesulitan yang terjadi sesekali," jelas penulis utama studi, Dr. Jacques Wels.
Implikasi Temuan untuk Dukungan Finansial
Penulis senior, Profesor Praveetha Patalay, menambahkan bahwa temuan ini menunjukkan pentingnya memberikan dukungan kepada individu yang mengalami kesulitan keuangan dan mengurangi kemiskinan yang berkepanjangan. Hal ini dapat membantu mencegah penurunan kognitif serta kasus demensia di masa depan. Hubungan antara kesulitan finansial dan kesehatan otak yang lebih buruk di usia tua lebih terlihat pada pria, individu yang mengalami kondisi kurang beruntung sejak masa kanak-kanak, serta mereka yang memiliki varian genetik APOE-ε4 yang diketahui meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.
Pria yang menghadapi kesulitan keuangan yang berkepanjangan juga menunjukkan hasil yang lebih buruk pada tes kognitif di usia 53 tahun dibandingkan dengan wanita. Peneliti mencatat beberapa kemungkinan alasan untuk perbedaan ini. Pria yang kurang beruntung mungkin lebih cenderung terlibat dalam perilaku tidak sehat, seperti merokok dan penyalahgunaan alkohol, dibandingkan wanita. Selain itu, pria di generasi tersebut sering kali menjadi pencari nafkah utama, sehingga mereka mengalami tekanan finansial yang berbeda.
Salah satu kemungkinan hubungan antara stres keuangan dan kesehatan otak adalah melalui peradangan. Stres yang berkepanjangan dapat memicu peradangan, yang diketahui berkontribusi pada penuaan otak yang lebih cepat. Kekhawatiran yang terus-menerus mengenai keuangan juga dapat meningkatkan beban kognitif, di mana memikirkan uang dan tagihan secara terus-menerus dapat menguras sumber daya mental dan mengurangi kapasitas untuk tugas-tugas kognitif lainnya.