Hiburan

Dampak Psikologis Menghantui Anak-Anak Korban Daycare Little Aresha

Anak-anak yang menjadi korban di Daycare Little Aresha mengalami trauma psikologis yang mendalam setelah penggerebekan pada April 2026 di Yogyakarta, dengan perilaku janggal yang mencolok.

J
Jarot Kusna
28 September 2026 21 pembaca
suara.com Sumber: suara.com
Sidang Kasus Daycare Little Aresha (Suara.com/Shevinna)
Sidang Kasus Daycare Little Aresha (Suara.com/Shevinna)

Kasus penggerebekan yang terjadi di Daycare Little Aresha pada April 2026 di Yogyakarta telah meninggalkan dampak psikologis yang serius bagi anak-anak yang menjadi korban. Mereka menunjukkan perilaku aneh di rumah, seperti mengikat mainan dan bahkan bagian tubuh mereka sendiri.

Beberapa orang tua mengungkapkan kesaksian di media sosial mengenai perubahan perilaku anak-anak mereka. Salah satu pengguna akun Threads @hitawangse membagikan foto mainan dinosaurus yang terikat tali serta tangan anaknya yang juga terlilit. "Postingan ini saya dedikasikan untuk orangtua yang masih berproses pasca kasus Daycare Little Aresha, perihal ikat mengikat," tulisnya pada 11 September 2026. Ia menjelaskan bahwa ketika anaknya hendak mengenakan kerah baju, sang anak justru mengulurkan kedua tangannya ke depan.

Perilaku Mengkhawatirkan di Rumah

Orang tua lainnya, melalui akun @heztityasningrum, juga menceritakan pengalaman serupa. Ia menemukan anaknya menggulung tisu basah menjadi panjang untuk mengikat kakinya sendiri saat berada di rumah. "Kalo ade nakal ditali aja mama," ungkapnya menirukan ucapan sang anak, yang membuatnya merasa sangat terganggu hingga memutuskan untuk membuang semua tisu basah yang ada.

Serangkaian kesaksian dari orang tua ini segera menarik perhatian dan simpati luas dari warganet, termasuk para publik figur. Salah satu di antaranya adalah Nex Carlos, seorang kreator konten dan food vlogger terkenal, yang menyampaikan rasa duka di kolom komentar. "Sedih banget bacanya," tulisnya di akun resminya, mencerminkan keprihatinan masyarakat terhadap proses pemulihan trauma yang harus dilalui oleh anak-anak tersebut.

Kasus Penggerebekan yang Mengguncang

Kasus penelantaran dan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha terungkap setelah penggerebekan yang dilakukan oleh pihak kepolisian pada April 2026. Saat itu, puluhan balita dan bayi ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, dengan tangan dan kaki terikat serta ruang yang terlalu sempit untuk menampung banyak anak.

Polisi telah menetapkan belasan orang sebagai tersangka, termasuk ketua yayasan, kepala sekolah, dan pengasuh harian yang terlibat dalam kasus ini.

Artikel Terkait