Ekonomi

--- Danantara Rencanakan Perampingan BUMN dengan Empat Strategi Utama ---

--- Danantara mengungkapkan rencana perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan target pengurangan jumlah perusahaan hingga sekitar 200 dari 1.074 yang ada saat ini. Proses ini mencakup penutup...

I
Indriani Atmaja
03 October 2026 21 pembaca
Karunia Putri
Karunia Putri
---TITLEEXCERPT--- Danantara mengungkapkan rencana perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan target pengurangan jumlah perusahaan hingga sekitar 200 dari 1.074 yang ada saat ini. Proses ini mencakup penutupan, divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi. ---CONTENT---

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau yang lebih dikenal dengan Danantara, telah mengumumkan rencana untuk melakukan streamlining atau perampingan dalam bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke depan. Saat ini, terdapat 1.074 perusahaan dalam ekosistem BUMN, dan pemerintah menargetkan jumlah tersebut dapat dikurangi menjadi sekitar 200 perusahaan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyatakan bahwa fokus utama Danantara pada tahun pertama pembentukannya adalah melakukan streamlining terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah. Langkah ini diambil untuk menyehatkan perusahaan negara dan memberikan kejelasan mengenai struktur serta arah bisnis BUMN.

Kategori Perusahaan dalam Proses Streamlining

Dalam rangka perampingan tersebut, Danantara mengelompokkan perusahaan BUMN ke dalam empat kategori utama. Kategori-kategori ini mencakup perusahaan yang akan ditutup atau dilikuidasi, perusahaan yang akan didivestasi atau dijual, perusahaan yang akan dikonsolidasi atau digabung, serta perusahaan yang akan direstrukturisasi. Dony menegaskan bahwa tidak semua perusahaan menghadapi masalah yang sama.

“Untuk perusahaan ini yang ujungnya itu kan ada yang ditutup, ada yang direstrukturisasi. Bentuk restrukturisasi itu berbagai macam,” ungkap Dony saat menghadiri acara Executive Breakfast Meeting Dua Tahun Danantara di Jakarta pada hari Jumat, 2 Oktober.

Strategi Eksekusi dan Contoh Kasus

Dony menjelaskan bahwa restrukturisasi dapat dilakukan melalui beberapa skema, seperti penambahan ekuitas, pengalihan aset, atau restrukturisasi pinjaman. Saat ini, Danantara bersama BP BUMN telah menyelesaikan pemetaan perusahaan berdasarkan skema penanganan dan sedang dalam tahap eksekusi yang dilakukan secara bertahap.

Contoh konkret dari langkah ini adalah untuk BUMN di sektor karya, asuransi, dan manajemen investasi, Danantara akan melakukan konsolidasi atau merger. Sementara itu, untuk PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), akan dilakukan proses restrukturisasi dengan skema yang berbeda. Penyehatan GIAA akan dilakukan melalui suntikan modal lewat skema private placement dan inbreng, sedangkan KRAS akan mendapatkan pinjaman.

Dalam langkah streamlining lainnya, Danantara memutuskan untuk mengurangi 50 anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan mengarahkan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) untuk memangkas seluruh anak usahanya. Salah satu kelompok perusahaan yang menjadi prioritas dalam restrukturisasi adalah BUMN di sektor karya, dengan fokus awal pada PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Brantas Abipraya, dan PT Nindya Karya. Menurut Dony, keempat perusahaan ini dipilih karena proses konsolidasi atau merger dinilai lebih mudah dilakukan.

Dia juga menambahkan bahwa proses merger dan restrukturisasi untuk keempat perusahaan tersebut akan diselesaikan terlebih dahulu sebelum Danantara melanjutkan penanganan terhadap perusahaan BUMN lainnya. Sementara itu, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan ditangani pada tahap berikutnya, karena kedua perusahaan tersebut memiliki masalah yang lebih kompleks terkait beban utang dan kondisi aset.

“Kalau yang Adhi Karya dan lainnya, mereka adalah yang sehat. Jadi hanya WIKA dan Waskita yang akan menjadi persoalan,” jelasnya.

Dony menekankan bahwa restrukturisasi untuk WIKA dan Waskita memerlukan upaya lebih besar, karena Danantara perlu menyehatkan aset dan mengurangi beban utang kedua perusahaan tersebut. “Karena membutuhkan effort kita untuk melakukan restrukturisasi, investasi aset mereka, menurunkan utangnya. Sisanya akan kita restrukturisasi,” tutup Dony.

Dalam kesempatan terpisah, Dony menargetkan agar seluruh proses restrukturisasi BUMN dapat rampung hingga akhir tahun ini.

Artikel Terkait