Pulau Sardinia, Italia, terkenal dengan populasi penduduknya yang memiliki usia panjang. Pada tahun 1999, sejumlah desa terpencil di lereng pegunungan bagian tengah dan timur provinsi ini diakui sebagai salah satu dari lima zona biru di dunia, yaitu wilayah dengan konsentrasi tinggi penduduk berusia seratus tahun ke atas. Saat ini, desa Bolotana yang terletak di daerah Margine, sekitar 110 km dari zona biru tersebut, diidentifikasi sebagai kandidat baru untuk kategori ini.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para akademisi dari University of Sassari di Sardinia dan University of Alabama di Birmingham, Amerika Serikat, yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Aging pada bulan Oktober 2026, membahas fenomena ini. Penelitian tersebut menggunakan data demografi dari tahun 2021 hingga 2025 dan menemukan bahwa perempuan berusia 70 tahun di Bolotana memiliki harapan hidup sekitar 20,85 tahun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan 18,61 tahun di Provinsi Nuoro, tempat Bolotana berada, 18,4 tahun di Sardinia secara keseluruhan, dan 18,06 tahun di seluruh Italia.
Peluang Hidup Hingga Usia 100 Tahun
Menariknya, peluang perempuan berusia 70 tahun di Bolotana untuk mencapai usia 100 tahun mencapai 13,83 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lain, yaitu 4,33 persen di Provinsi Nuoro, 4,43 persen di Sardinia, dan 3,54 persen di Italia secara keseluruhan. Ahli epidemiologi S. Jay Olshansky menyatakan, “Kami pikir ini adalah populasi perempuan dengan umur terpanjang di dunia, atau mendekati itu.”
Dalam konteks internasional, para peneliti mencatat bahwa peluang perempuan berusia 70 tahun di Bolotana untuk hidup hingga usia 100 tahun lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan perempuan di Amerika Serikat. Secara keseluruhan, pola angka harapan hidup pada usia 70 tahun dan probabilitas bertahan hidup hingga usia 100 tahun di Bolotana menunjukkan prospek umur panjang yang sangat tinggi, menempatkannya di posisi kedua setelah Hong Kong.
Faktor Penyebab Umur Panjang
Faktor-faktor yang menyebabkan perempuan di Bolotana memiliki umur panjang masih belum sepenuhnya dipahami. Para peneliti mengakui bahwa hal ini berada di luar cakupan analisis demografi mereka, namun mereka merekomendasikan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor biologis, perilaku, dan sosial yang mungkin berkontribusi terhadap umur panjang. “Beberapa mekanisme mungkin berkontribusi pada keunggulan kelangsungan hidup perempuan yang nyata,” tulis para peneliti, mencakup latar belakang genetik, pola makan, aktivitas fisik, dukungan keluarga, kohesi sosial, kesinambungan tempat tinggal, dan akses ke perawatan.
Lingkungan desa juga dapat mempengaruhi umur panjang. Menurut Olshansky, penduduk tinggal di lanskap berbukit yang curam, di mana sebagian makanan ditanam secara lokal dan isolasi sosial jarang terjadi. “Di sini ada komunitas yang erat, tempat orang-orang saling menjaga satu sama lain,” ujarnya. “Pergerakan sebagian besar dilakukan dengan berjalan kaki, bukan dengan mengemudi,” tambahnya.