Djaka Budhi Utama, yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai, membantah adanya rumor mengenai konflik dengan Purbaya Yudhi Sadewa. Isu tersebut muncul di tengah spekulasi bahwa ketegangan internal menjadi salah satu alasan penggantian Purbaya dari posisi Menteri Keuangan.
"Enggak, gak bener," ujarnya kepada wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (15/9). Djaka, yang juga merupakan anggota Tim Mawar di bawah Komando Pasukan Khusus TNI-AD, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak berdasar. "Kata siapa? Ngarang-ngarang aja," tambahnya.
Harapan untuk Kementerian Keuangan
Di sisi lain, Djaka berharap agar Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara, dapat terus berkembang dan menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan baik. "Harapannya ke depan Kementerian Keuangan bisa selalu menjaga APBN dengan baik," katanya.
Sementara itu, Purbaya juga membantah adanya gesekan dengan mantan bawahannya di Kementerian Keuangan. "Enggak, enggak ada. Gesekan sih enggak ada, yang jelas ya itu hak prerogatif Presiden yang beliau sudah memutuskan. Sudah. Setahun kan sudah cukup. Dulu kan sudah tanda tangan dulu kontraknya setahun, kita ikuti," ungkap Purbaya sambil tertawa.
Proses Serah Terima Jabatan
Purbaya secara resmi menyerahkan jabatannya kepada Suahasil dalam sebuah prosesi yang diadakan di Kementerian Keuangan pada Selasa (15/9). Ia mengungkapkan bahwa pemecatannya terjadi secara mendadak pada hari sebelumnya, Senin (14/9), yang ia ketahui melalui telepon dari Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi saat sedang rapat dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). "Saya sudah berhitung, kira-kira 50-50 lah. Tapi baru dikasih tahunya waktu itu (saat dihubungi Prasetyo)," jelasnya.
Purbaya juga menyebutkan bahwa pemecatannya mungkin terkait dengan rotasi besar-besaran di Direktorat Jenderal Pajak yang terjadi pekan lalu. "Sebagian ada. Sebagian iya," ujarnya. Meskipun demikian, ia mengaku menerima keputusan tersebut dengan lapang dada, mengingat itu merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto, meskipun ia sempat mengalami kesulitan tidur pada malam pemecatannya. "Lebih happy. Nanti malam bisa tidur tenang gitu. Semalam masih mikir-mikir jadi agak susah tidur, tapi saya yakin besok udah tenang, aman," tambahnya.
Presiden Prabowo Subianto telah melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (14/9), dan tercantum dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 97P tahun 2026. Prosesi dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan dilanjutkan dengan pembacaan keputusan presiden mengenai pelantikan Menteri Keuangan. Setelah itu, dilaksanakan pembacaan sumpah jabatan.
"Bahwa saya akan setia kepada Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," bunyi sumpah jabatan Suahasil. Ia hadir di Istana mengenakan jas hitam untuk melaksanakan prosesi tersebut.
Ketika ditanya oleh media, Suahasil mengonfirmasi bahwa ia telah dihubungi oleh pihak Istana, namun tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai kemungkinan perombakan kabinet. "(Saya) di telepon," ungkapnya di Istana, Jakarta, pada hari yang sama.
Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak tahun 2019 dan merupakan mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) di Kementerian Keuangan.