Pendidikan

Dosen UNG Kembangkan Model NIAR untuk Cegah Depresi Mahasiswa

Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengembangkan Model NIAR sebagai upaya untuk mengurangi risiko depresi dan ide bunuh diri di kalangan mahasiswa.

D
Dinda Mughni
10 July 2026 20 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Dosen UNG Kembangkan Model NIAR untuk Cegah Depresi Mahasiswa
Sumber gambar: kompas.com

Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental di kalangan mahasiswa mendorong Universitas Negeri Gorontalo (UNG) untuk menciptakan inovasi baru. Dr. Yuniar, dosen Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, telah mengembangkan Model NIAR sebagai pendekatan untuk menekan risiko depresi hingga ide bunuh diri pada mahasiswa.

Model NIAR merupakan hasil penelitian doktoral Yuniar dan bertujuan untuk memberikan penanganan komprehensif terhadap masalah kesehatan mental mahasiswa. Yuniar menjelaskan bahwa model ini tidak hanya fokus pada penanganan saat masalah muncul, tetapi juga pada upaya pencegahan yang berkelanjutan.

Empat Pendekatan dalam Model NIAR

Model NIAR menggabungkan empat pendekatan, yaitu Nurturing Relationship, Identifying Suicide Ideation, Adaptive Coping Enhancement, dan Resilience. Keempat pendekatan ini dirancang untuk memperkuat peran Dosen Penasihat Akademik sebagai pendamping mahasiswa, bukan hanya sebagai pembimbing akademik.

Melalui pendekatan ini, dosen didorong untuk membangun hubungan yang lebih suportif dengan mahasiswa, mengenali lebih dini tanda-tanda munculnya ide bunuh diri, membantu mahasiswa mengembangkan mekanisme coping yang lebih adaptif, serta memperkuat resiliensi agar mampu menghadapi tekanan selama perkuliahan.

Dampak Penelitian terhadap Kualitas Pendidikan

Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok, menilai bahwa penelitian ini menunjukkan bahwa riset di perguruan tinggi dapat menghasilkan solusi untuk persoalan yang dihadapi masyarakat. Keberhasilan Dr. Yuniar meraih gelar doktor juga berkontribusi pada peningkatan kapasitas akademik Program Studi Keperawatan UNG, khususnya dalam bidang keperawatan jiwa.

Prof. Eduart berharap agar semakin banyak dosen UNG yang menghasilkan riset inovatif yang berdampak bagi masyarakat. Penambahan jumlah dosen bergelar doktor diyakini akan meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat penelitian, serta melahirkan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan di sektor kesehatan.

Artikel Terkait