Nasional

Duka di Balik Kobaran Bromo: Gugurnya Empat Pahlawan Pemadam Karhutla

S
Safeera Anisa
16 October 2026 23 pembaca
Petugas melakukan evakuasi terhadap korban karhutla di Bromo, Kamis (15/10/2026). (Widy for KOMPAS.com)
Petugas melakukan evakuasi terhadap korban karhutla di Bromo, Kamis (15/10/2026). (Widy for KOMPAS.com)

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyisakan kisah duka yang mendalam. Empat anggota tim gabungan gugur, sementara dua lainnya menderita luka bakar usai terperangkap di tengah tingginya kobaran api dan tebalnya kepulan asap. Tragedi memilukan ini terjadi di Blok Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis (15/10/2026).

Musibah tersebut menyelimuti seluruh jajaran aparat dan masyarakat dengan rasa kehilangan. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan rasa belasungkawa atas peristiwa ini.

"Kami dari Polda Jawa Timur mengucapkan turut berduka cita, belasungkawa sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban dalam upaya bersama untuk melakukan pemadaman terkait terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ujar Jules, Kamis.

Awal Mula Perjuangan Menembus Asap dan Medan Terjal

Misi pemadaman dimulai sejak pagi hari, sekitar pukul 09.00 WIB. Sebanyak 12 personel yang tergabung dalam tim gabungan—terdiri atas petugas TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan karyawan hotel—bergerak menyisir titik api di wilayah Mentigen serta Pusung Lingker guna melokalisasi kobaran karhutla agar tidak kian meluas.

Akan tetapi, perjuangan mereka terhalang oleh kondisi alam yang sangat ekstrem. Kontur perbukitan yang terjal serta hembusan angin kencang membuat kobaran api berkobar begitu cepat. Dalam waktu singkat, paparan asap hitam pekat mengepung kawasan tersebut dan menyulitkan jarak pandang para petugas.

Panggilan Darurat dan Evakuasi Dramatis di Perbukitan

Petaka mulai terkuak ketika waktu menunjukkan pukul 13.30 WIB. Kelompok pemadam yang berada di zona aman tiba-tiba menerima pesan bahaya dari personel di garda terdepan. Mereka mengabarkan situasi kritis lantaran terperangkap di tengah kepungan si jago merah.

"Ada rekan-rekannya yang meminta pertolongan karena terjebak kobaran api dan adanya kepulan asap yang cukup pekat. Ternyata ada tiga yang mengalami meninggal dunia dan tiga mengalami luka bakar," terang Jules.

Begitu tim penyelamat tiba di titik kumpul, diketahui bahwa dari total 12 personel, enam orang berhasil selamat. Sementara itu, enam rekan mereka menjadi korban dalam keganasan api.

Proses penyelamatan dan penanganan korban di tengah perbukitan berlangsung sangat mengharukan. Karena kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan, penyelamatan harus dilakukan secara manual. Bahkan, Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki turun langsung menandu salah satu korban menempuh jarak sekitar dua kilometer.

Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Ipda Widy Purwa membenarkan jalannya evakuasi tersebut.

"Karhutla pada Kamis, korban ada 12 orang. Enam orang selamat, 3 orang meninggal, 3 orang lainnya luka-luka dan saat ini kami baru selesai melakukan evakuasi," kata Widy kepada Kompas.com.

Identitas Korban dan Perjuangan di Rumah Sakit

Berdasarkan pendataan pihak kepolisian, terdapat tiga korban yang meninggal dunia di tempat kejadian, yakni:

  • S (55), petugas TNBTS;
  • WYP (25), karyawan hotel sekaligus relawan MPA;
  • SA (19), karyawan hotel sekaligus relawan MPA.

Adapun tiga korban lainnya sempat dievakuasi dalam kondisi mengalami luka bakar, yaitu:

  • Hendra Rony Wigayanata (25) (HRW), petugas Balai Besar (BB) TNBTS;
  • M, relawan dari Masyarakat Mitra Polhut (MMP);
  • S, relawan.

Satu korban luka bakar, yakni Hendra Rony Wigayanata (25), sempat dilarikan ke Puskesmas Sukapura. Namun, meski telah mendapatkan penanganan medis awal, nyawanya tidak tertolong sehingga menambah jumlah korban gugur menjadi empat orang.

Sementara itu, dua relawan lainnya yang menderita luka bakar dirujuk ke RSUD Tongas Probolinggo dan RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk memperoleh perawatan intensif.

Olah TKP dan Penyelidikan Kepolisian

Walaupun amukan api masih tampak membara di kawasan Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker, jajaran Polda Jawa Timur, Polres Probolinggo, serta Polsek Sukapura langsung bergerak cepat mengusut tuntas musibah ini. Tim Inafis diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengumpulkan keterangan dari para saksi selamat.

Kepolisian menegaskan akan menyelidiki seluruh potensi penyebab munculnya titik api awal serta pemicu jatuhnya korban jiwa.

"Terkait adanya unsur kelalaian ataupun unsur tindak pidana, tentu kami harus melakukan pendalaman terkait dengan penyebab pasti dari meninggalnya tiga orang maupun tiga orang lagi yang mengalami luka bakar," tegas Jules.

Penyelidikan resmi masih terus berjalan guna memastikan penyebab pasti kebakaran hutan yang menelan pahlawan lingkungan di Bromo tersebut.

Artikel Terkait