Kesehatan

Fenomena Tambal Gigi Mandiri yang Berisiko Tinggi

Media sosial baru-baru ini ramai membahas praktik tambal gigi sendiri menggunakan bahan yang dibeli secara online, yang berujung pada masalah kesehatan serius. Seorang dokter gigi membagikan pengalama...

E
Eira Orelia
05 September 2026 28 pembaca
Tren tambal gigi sendiri dengan bahan yang dibeli online bikin resah para dokter gigi. Foto: Thinkstock
Tren tambal gigi sendiri dengan bahan yang dibeli online bikin resah para dokter gigi. Foto: Thinkstock

Jakarta - Belakangan ini, media sosial dihebohkan oleh praktik tambal gigi mandiri yang dilakukan dengan bahan 'DIY' (Do It Yourself) yang diperoleh dari marketplace online. Seorang dokter gigi, Aprillya Sakila, berbagi pengalamannya melalui unggahan viral di media sosial mengenai pasien yang mengalami peradangan gigi akibat menambal gigi sendiri dengan bahan yang tidak tepat.

Dalam penjelasannya kepada detikcom, drg Aprillya menceritakan bahwa pasien datang dalam keadaan sakit dan mengalami pembengkakan, bahkan nanah keluar dari gusi sehingga harus dilakukan proses sterilisasi terlebih dahulu. Ia mengungkapkan keraguannya terhadap bahan yang digunakan untuk menambal gigi, dan meyakini bahwa tambalan tersebut diterapkan dalam kondisi yang tidak steril. Selain itu, ia juga khawatir bahwa bahan yang digunakan tidak biokompatibel dengan rongga mulut pasien.

Risiko Penggunaan Bahan yang Salah

“Untuk bahan dasarnya saya kurang tahu ya kak. Tapi secara klinis bentuknya bulat-bulat bening dan akan melunak jika dipanaskan. Jika dipanaskan dengan suhu tinggi konsistensinya seperti slime,” ungkap drg Aprillya saat dihubungi detikcom.

Menanggapi fenomena ini, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), drg Eka Erwansyah, M.Kes., SpOrt, SubspDDTK(K), menyatakan bahwa tren seperti ini bukanlah hal baru di kalangan praktisi kesehatan gigi. “Ini bukan pertama kalinya, sudah lazim, sudah meresahkan. Sudah diedukasi, tapi tetap mencoba berulang,” jelas drg Eka.

Pentingnya Edukasi dalam Memilih Produk Kesehatan Gigi

Salah satu kesalahan terbesar dalam praktik tambal gigi mandiri adalah penggunaan bahan yang tidak sesuai. Banyak pasien yang tidak menyadari bahwa bahan yang mereka beli di toko online sebenarnya tidak memenuhi standar untuk menambal gigi. “Yang paling sering dipakai itu adalah barang untuk bikin gigi sebenarnya. Dia akan mengeras begitu ketemu air ludah (self-curing). Jadi, pada saat sebelum ketemu air, dia seperti pasta gigi, mudah dimasukkan ke dalam gigi yang berlubang,” jelas drg Eka.

Bahan yang digunakan untuk membuat gigi palsu memiliki sifat kimia yang keras. Jika dimasukkan ke dalam lubang gigi yang masih memiliki jaringan saraf, bahan tersebut dapat memicu peradangan yang hebat. “Bukannya mengatasi masalah, malah menimbulkan masalah baru,” tegasnya.

Prosedur menambal gigi tidak sesederhana menutup lubang. Dokter gigi harus mengikuti serangkaian prosedur klinis yang ketat, mulai dari sterilisasi hingga pengangkatan jaringan gigi yang sudah mati. Sebagai langkah pencegahan, drg Eka membagikan panduan '5-S' yang harus diperhatikan sebelum membeli produk kesehatan gigi, antara lain: sesuai kebutuhan, sah izin edarnya, sesuai komposisi, sumbernya terpercaya, dan berhenti jika ada keluhan.

PB PDGI mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi kesehatan yang beredar di internet. Mereka juga menyarankan agar pasien melakukan pengobatan langsung dengan tenaga kesehatan, dibandingkan melakukan pengobatan sendiri yang dapat memiliki dampak jangka panjang yang tidak diinginkan.

“PDGI berharap masyarakat menjadi lebih aware, lebih hati-hati dalam memilih bahan. Pastikan barang tersebut sesuai, tepat sasaran, tepat indikasi, tepat diagnosis, dan tepat prosedur,” tutup drg Eka.

Artikel Terkait