Hiburan

Film AUTOPSY: Dead Body Can Talk Menggali Misteri Melalui Autopsi

Film thriller psikologis berjudul AUTOPSY: Dead Body Can Talk, yang dibintangi Masayu Anastasya, terinspirasi dari kisah nyata ahli forensik pertama di Asia Tenggara, Sumy Hastry.

A
Adhe Dharma
15 July 2026 21 pembaca
suara.com Sumber: suara.com
Konferensi pers film AUTOPSY: Dead Body Can Talk di Metropole, Jakarta Pusat pada Selasa, 14 Juli 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]
Konferensi pers film AUTOPSY: Dead Body Can Talk di Metropole, Jakarta Pusat pada Selasa, 14 Juli 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]

Rumah produksi Karya Kreatif Utama mengumumkan film thriller psikologis berjudul AUTOPSY: Dead Body Can Talk yang dibintangi Masayu Anastasya. Cerita film yang diumumkan pada 14 Juli 2026 ini diadaptasi dari kisah nyata ahli forensik pertama Asia Tenggara, Sumy Hastry.

Film ini menonjolkan investigasi medis mendalam dalam ruang autopsi untuk membongkar kejahatan demi mencapai keadilan bagi para korban. Film dengan mengusung genre forensic psychological thriller ini siap hadir lewat judul AUTOPSY: Dead Body Can Talk. Diproduksi Karya Kreatif Utama, film ini akan menampilkan Masayu Anastasya sebagai bintang utama.

Cerita dari film AUTOPSY: Dead Body Can Talk terinspirasi dari kisah nyata Brigjen Pol. dr. Sumy Hastry Purwanti, yang merupakan ahli forensik wanita pertama di Asia Tenggara. "Ide awal film ini berangkat dari sebuah pemikiran sederhana bahwa sebuah kisah yang diangkat dari peristiwa nyata akan memiliki kedekatan emosional," kata Rina Tarigan, penulis cerita dalam konferensi pers di Metropole, Jakarta Pusat pada Selasa, 14 Juli 2026.

Sebagai perkenalan, film ini merilis trailer berdurasi 2 menit 25 detik. Dalam penayangannya, penonton disuguhkan suasana ruang forensik yang dingin dan penuh teka-teki. "Dari pemikiran tersebut, nama dr. Sumy Hastry Purwanti muncul sebagai sosok yang paling tepat,” lanjut Rina Tarigan menjelaskan pemilihan tokoh utama.

Dalam cuplikan tersebut, sebuah jasad bertransformasi menjadi saksi kunci untuk membongkar kejahatan yang selama ini sengaja disembunyikan. "Melalui visual yang intim dan atmosfer yang menekan, saya ingin membawa penonton mengikuti perjalanan emosional dr. Hastry," ujar sang sutradara, Ozan Ruz.

Setiap goresan, lebam, hingga zat asing di dalam tubuh jenazah dianalisis secara medis sebagai petunjuk utama dalam proses penyelidikan yang presisi. "Empati menjadi kekuatan utamanya, bukan sesuatu yang supranatural," tambah Ozan Ruz menekankan sisi psikologis karakter dalam film ini.

Poster perdana film ini menampilkan Dr. Sumy Hastry sebagai karakter sentral yang memegang kunci utama dalam alur cerita yang mencekam. Film ini menyoroti kesunyian ruang autopsi yang selama ini jarang terekspos ke publik namun memiliki peran vital bagi keadilan para korban.

Karya ini menjanjikan pengalaman berbeda karena menitikberatkan pada kekuatan realitas medis serta aspek psikologis manusia dibandingkan elemen horor supranatural pada umumnya.

Artikel Terkait