Hari ini, Mandela Pictures dan Oceanus Media Global (OMG Studios) mengadakan acara press screening dan konferensi pers untuk film horor misteri berjudul "Bisikan Desa Gringsing". Acara ini merupakan kesempatan bagi media untuk menyaksikan secara langsung perjalanan karakter Hesti, yang diperankan oleh Aghniny Haque, saat ia memasuki Desa Gringsing dan mengungkap berbagai misteri yang disimpan oleh penduduk desa tersebut.
Film ini ditulis dan disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana, mengisahkan Hesti yang datang ke Desa Gringsing untuk mencari ayahnya yang hilang. Dalam pencariannya, ia dihadapkan pada teror yang ditimbulkan oleh Fatimah, arwah yang mengurung warga desa dan membunuh siapa saja yang berusaha keluar. Semakin Hesti menyelidiki, semakin banyak rahasia yang terkuak, dan setiap karakter memiliki bagian dari cerita yang saling terkait dengan trauma masa lalu Hesti.
Pengalaman Sinematik yang Menarik
Produser Mandela Pictures, Manoj Samtani, menyatakan, “Sejak awal kami ingin Bisikan Desa Gringsing menjadi pengalaman sinematik di mana penonton terus terlibat dengan ceritanya. Hesti datang ke desa Gringsing untuk mencari satu jawaban, tetapi perjalanannya justru membuka begitu banyak pertanyaan lain.” Ia berharap penonton akan terus membicarakan film ini setelah menontonnya.
Film ini juga menggunakan pendekatan visual yang inovatif, menjadi film panjang horor Indonesia pertama yang memanfaatkan teknologi virtual production. Beberapa adegan direkam menggunakan LED volumetric stage, yang memungkinkan tampilan lingkungan digital fotorealistik secara real time, sementara adegan lainnya dilakukan di set nyata. Kombinasi ini menciptakan atmosfer desa yang berkabut dan berbagai peristiwa supernatural.
Kolaborasi Internasional dalam Produksi
Nick GC Tan, pendiri dan CEO Oceanus Media Global, mengungkapkan, “Bisikan Desa Gringsing menunjukkan bagaimana teknologi dapat memberikan hasil terbaik ketika digunakan untuk mendukung cerita. Dengan memadukan virtual production, real set, serta talenta kreatif dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia, kami bersama-sama membangun Desa Gringsing sebagai satu dunia sinematik yang utuh.”
Proses pengambilan gambar di studio virtual dilakukan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke set nyata, sehingga kesinambungan visual antara kedua lingkungan harus dirancang dengan cermat. Ivander Tedjasukmana menjelaskan, “Tantangan menariknya justru bagaimana teknologi dan real set akhirnya tidak terasa sebagai dua dunia yang berbeda ketika menjadi satu film.”
Film "Bisikan Desa Gringsing" juga menghadirkan lagu "Perjalanan Menawar Racun" karya Kunto Aji, yang menambah kedalaman emosional film. Aghniny Haque, yang berperan sebagai Hesti, menyatakan bahwa pengalaman syuting di lingkungan virtual dan set nyata memberikan tantangan baru dalam membangun karakter Hesti.
Menjelang perilisan, film ini telah melakukan special screening pada 12-13 September 2026 di beberapa bioskop. Rangkaian promosi juga dilakukan di sekolah-sekolah kejuruan dan universitas melalui diskusi film yang mendapat sambutan positif, terutama mengenai pengalaman tim produksi dalam menggunakan teknologi virtual production.
"Bisikan Desa Gringsing" merupakan hasil kolaborasi produksi internasional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia, yang dilakukan di studio virtual production OMG Studios di Johor, Malaysia. Film ini bertujuan untuk menghubungkan cerita dan talenta Indonesia dengan teknologi serta kolaborasi kreatif lintas negara di Asia Tenggara. Film ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026, diikuti dengan perilisan di Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan.
Ikuti perkembangan film "Bisikan Desa Gringsing" melalui akun-akun resmi media sosialnya.