Film "Istimewa" dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai tanggal 17 September 2026, setelah gala premiere yang diadakan di XXI Epicentrum, Jakarta pada Senin, 7 September 2026. Cerita film ini berfokus pada lima anak penyandang disabilitas yang tinggal bersama Pak Mahendra, seorang pria yang merawat mereka dengan penuh kasih sayang meskipun tidak ada hubungan darah. Ketika Pak Mahendra tiba-tiba meninggalkan rumah yang mereka sebut Rumah Istimewa, anak-anak tersebut memutuskan untuk mencarinya. Dalam perjalanan pencarian ini, mereka menghadapi berbagai tantangan yang mengajarkan arti persahabatan, keberanian, dan keluarga yang sejati.
Peran yang Menggugah Hati
Mathias Muchus, yang memerankan Pak Mahendra, bersama Aldo (Zulfadli Aldiansyah) dan sutradara Ruben Adrian, hadir di Suara.com pada Kamis, 10 September 2026, untuk membahas film "Istimewa" menjelang penayangan di seluruh Indonesia. Kairos Film juga telah merilis trailer resmi dan poster film ini, yang ditujukan untuk seluruh kalangan dan usia. Mathias Muchus mengungkapkan, "Kesan saya akan peran yang saya bawakan ini sangat dalam. Dalam hubungan antara ayah dan anak, emosi selalu tinggi. Apalagi anak-anak disabilitas ini tidak pernah merasakan punya ayah. Mereka dari tempat-tempat yang terpinggirkan, tidak diperhatikan secara serius, dan dikucilkan, terintimidasi. Tidak pernah mendapatkan kasih sayang." Ia menambahkan bahwa saat ditawari peran ini, ia merasa tidak bisa mengabaikan sisi kemanusiaan yang ada.
Kisah Nyata di Balik Film
Mathias Muchus juga menjelaskan bahwa cerita film "Istimewa" diambil dari kisah nyata dan ia berkesempatan untuk bertemu langsung dengan sosok ayah asli, Mahendra, sebelum proses syuting dimulai. "Setelah saya mengenal baik, ia adalah sosok yang memiliki empati tinggi. Sangat tersentuh dengan anak-anak seperti ini, sehingga ia mewakafkan dirinya untuk menjadi ayah bagi mereka," tambahnya. Ruben Adrian menyebutkan bahwa proses syuting berlangsung selama 28 hari, sedangkan pengenalan serta pendekatan kepada para tokoh memakan waktu sekitar dua hingga tiga bulan. "Saat syuting, ini bukan hal yang mudah. Karena para pemain yang menjadi anak-anak saya tidak pernah lihat kamera. Akhirnya dengan beberapa cara, lewat pendekatan, mereka benar-benar yakin sama dirinya," kata Mathias Muchus, yang sebelumnya dikenal sebagai sosok Tarjo dalam drama serial TV klasik "Losmen". Ia juga menyebutkan bahwa para aktor yang memerankan enam tokoh anak-anak dalam film ini berasal dari berbagai daerah, termasuk Aceh, Surabaya, Semarang, dan Riau.
Mathias Muchus melanjutkan, "Mereka yang tidak pernah nge-blend, perlu effort tersendiri untuk pedekate. Pengalaman bersama mereka istimewa, jarang saya menemukan anak-anak seperti mereka. Nggak ada kemanjaan. Keterbatasan saja yang membuat mereka dibantu, tapi saya bertekad semampu mungkin saya tidak akan membantu. Sampai tidak bisa beneran, baru saya datang. Karena mereka juga harus mandiri, dan supaya mereka punya pride!" Ia juga berbagi tentang teknik akting yang diterapkan dalam film ini, yang tidak mengikuti teori konvensional. "Pendekatan harus emosional, bercanda, sampai bisa saling bercanda, gendong-gendongan, sehingga akhirnya mereka percaya diri. Mereka dulu semuanya sungkan, malu, kondisinya dibully meskipun tidak secara verbal," jelasnya.
Film "Istimewa" diakui oleh Mathias Muchus dan Ruben Adrian sebagai proyek yang sangat humanis. "Untuk extras, ada 40 penyandang disabilitas dalam film ini," ungkap Ruben. Mathias Muchus menambahkan, "Orang-orang yang terlibat dalam produksi ini, semuanya pakai hati. Jadi bukan karena unsur uang, komersial, atau job. Nggak. Tapi ada sentuhan-sentuhan yang tidak bisa kita terjemahkan."