Yogyakarta - Komunikasi yang sehat dapat memperkuat ikatan antar anggota keluarga. Tidak perlu menunggu momen istimewa, kebersamaan dan kedekatan dalam keluarga dapat dimulai dari aktivitas kecil yang hangat, seperti sarapan pagi. Frisian Flag mengadakan acara #TanggalMerahUntukIbu di Grand Atrium Pakuwon Mall Yogyakarta, yang menyajikan talkshow menarik bertema "Pagi Bersama Keluarga, Menjadi Lebih Berarti". Acara ini membahas pentingnya momen sarapan pagi dalam menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga.
Dalam talkshow tersebut, hadir pembicara yang berkompeten, termasuk psikolog Agata Ika Paskarista, influencer dan pengusaha Selmadena Aquilla, serta Monika Dian Ariestya, Head of SCM Category Frisian Flag Indonesia. Diskusi ini menyoroti bagaimana kebersamaan keluarga dapat dibangun melalui rutinitas sehari-hari yang sederhana. Tidak perlu melakukan aktivitas besar, cukup dengan menyantap sarapan bersama, berbincang ringan sebelum memulai aktivitas, atau sekadar menanyakan rencana hari masing-masing, sudah cukup untuk menjaga koneksi antar anggota keluarga.
Pentingnya Peran Sarapan dalam Keluarga
"Jadi tidak perlu menunggu momen-momen besar, bisa dimulai dengan momen-momen kecil seperti sarapan di pagi hari bersama anggota keluarga," jelas Monika Dian Ariestya pada Minggu (4/10/2026). Ia menambahkan bahwa saat sarapan, para ayah dapat mengambil peran ibu dalam menyiapkan makanan, memberi kesempatan bagi ibu untuk sedikit beristirahat dari kesibukan sehari-hari.
"Biasanya, salah satu menu sarapan favorit keluarga Indonesia adalah roti. Dengan Frisian Flag Kental Manis yang nikmat dan creamy, kreasi sarapan roti bisa terasa lebih spesial. Momen ini juga bisa jadi kesempatan bagi ayah dan keluarga untuk berbagi peran, dengan bergantian menyiapkan dan menyajikan sarapan sehingga lebih spesial untuk ibu," tambah Monika.
Kualitas Komunikasi dalam Momen Sarapan
Pentingnya sarapan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga juga disetujui oleh psikolog Agata Ika Paskarista. Ia menekankan bahwa momen sarapan bisa menjadi waktu untuk saling mengenal dan peduli satu sama lain. Obrolan ringan di meja makan membantu setiap anggota keluarga untuk saling mengetahui kabar sebelum menjalani aktivitas masing-masing, tanpa harus selalu berbicara tentang hal-hal serius. Sarapan bukan hanya sekadar makan, tetapi juga kesempatan untuk menikmati waktu bersama.
"Sarapan pagi rasanya sederhana, tetapi jika dilakukan secara konsisten, anggota keluarga dapat memprediksi bahwa, 'oh setiap pagi aku bertemu dengan anggota keluarga yang lain dan aku bisa hadir di situ', kita saling hadir, terkoneksi, dan berbincang," ungkap Agata. Namun, ia menekankan bahwa kehadiran fisik di meja makan tidak cukup; kualitas interaksi juga sangat penting. Keharmonisan tidak akan terwujud jika komunikasi di meja makan tidak berjalan dengan baik.
"Saat sarapan, jangan terburu-buru mengajukan pertanyaan seperti, 'kamu kemarin di mana? PR mu gimana? Udah dikerjain belum?' atau ketika ayah baru duduk, ibu langsung mengingatkan, 'ayah nih loh nggak pernah bantuin deh'. Jika interaksi seperti ini terus berulang, momen kebersamaan bisa menjadi negatif. Namun, jika kita menyadari pentingnya interaksi positif dalam momen sederhana setiap hari, manfaatnya bagi anggota keluarga akan sangat besar," tambahnya.
Influencer dan pengusaha asal Yogyakarta, Selmadena Aquilla, juga berbagi pengalamannya mengenai momen sarapan yang dapat memperkuat hubungan keluarga. Ia menjelaskan bahwa peran ibu sangat penting dalam menjaga komunikasi positif saat sarapan.
"Karena ibu adalah orang yang paling dekat secara emosional dengan anak-anak dan suami. Jadi, ibu memiliki peran besar dalam berbincang dengan keluarga, melakukan pendekatan dari hati ke hati," jelas Selmadena. Ia menekankan bahwa ibu harus menjadi orang pertama yang mengetahui perasaan suami dan masalah yang dihadapi anak-anak.
"Ibu harus mengetahui masalah apa yang mereka hadapi di sekolah atau dalam pertemanan. Jadi, perhatian kecil bisa berupa berbincang dari hati ke hati dan menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi," pesan Selmadena.