🔴 Breaking
Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi
Nasional

Gempa Susulan di Bitung, Sulawesi Utara: 48 Kali Guncangan, Magnitudo Terbesar M5,5

Bitung diguncang 48 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar M5,5, membuat masyarakat waswas.

Eira Orelia

Penulis

02 April 2026
11 kali dibaca
Gempa Susulan di Bitung, Sulawesi Utara: 48 Kali Guncangan, Magnitudo Terbesar M5,5

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa wilayah Bitung, Sulawesi Utara, diguncang oleh 48 kali gempa susulan pada beberapa hari terakhir. Gempa-gempa tersebut memiliki magnitudo yang bervariasi, dengan gempa terbesar memiliki magnitudo sebesar M5,5. Kejadian ini membuat masyarakat setempat merasa waswas dan khawatir akan terjadinya gempa besar berikutnya.

Menurut data BMKG, gempa-gempa susulan tersebut terjadi karena adanya aktivitas seismik yang tinggi di wilayah tersebut. Gempa-gempa tersebut dipicu oleh pergerakan lempeng tektonik yang ada di bawah permukaan bumi. "Gempa-gempa susulan ini merupakan respon dari sistem tektonik yang ada di wilayah tersebut," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Masyarakat Bitung merasa khawatir dan waswas karena gempa-gempa susulan tersebut terjadi secara berulang-ulang dan memiliki magnitudo yang cukup besar. "Kami sudah merasakan gempa-gempa susulan tersebut selama beberapa hari terakhir, dan kami khawatir bahwa gempa besar berikutnya dapat terjadi kapan saja," kata salah satu warga Bitung. Masyarakat setempat juga meminta pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengambil tindakan pencegahan untuk menghadapi gempa-gempa susulan tersebut.

Berkaitan dengan kejadian ini, pemerintah setempat telah mengambil tindakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi dampak gempa-gempa susulan. "Kami telah mengaktifkan posko kesiapsiagaan bencana dan meningkatkan patroli di wilayah tersebut untuk memantau situasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Bupati Bitung. Pemerintah juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, serta mengikuti instruksi dari pemerintah dan petugas keamanan.

Gempa-gempa susulan di Bitung, Sulawesi Utara, merupakan peringatan bahwa gempa bumi dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan siap menghadapi bencana alam tersebut. Dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan mengambil tindakan pencegahan, masyarakat dapat mengurangi dampak gempa bumi dan menyelamatkan nyawa.

Artikel Terkait

Sumber: www.inews.id