Ekonomi

Haji Isam Perluas Kepemilikan Saham Bayan Resources, Kuasai Lebih dari 10 Miliar Lembar

Pengusaha Haji Isam kembali memperbesar kepemilikan saham di PT Bayan Resources Tbk melalui PT Jhonlin Baratama, dengan total saham yang akan diakuisisi mencapai 10,08 miliar lembar.

I
Indriani Atmaja
07 October 2026 25 pembaca
Nur Hana Putri Nabila
Nur Hana Putri Nabila

Andi Syamsudin Arsyad, yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, telah menambah jumlah saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang akan diakuisisi melalui PT Jhonlin Baratama. Berdasarkan perubahan dalam perjanjian jual beli saham bersyarat, jumlah saham yang akan diambil alih meningkat menjadi 10,08 miliar lembar dari sebelumnya 10.000.000.500 lembar.

Manajemen Bayan Resources menginformasikan bahwa total saham biasa yang akan dialihkan kepada PT Jhonlin Baratama kini menjadi 10.084.088.370 lembar, bertambah sebanyak 84,09 juta lembar. Meskipun demikian, manajemen belum mengungkapkan nilai dari transaksi tersebut. Jika dihitung, tambahan saham yang akan diakuisisi berjumlah 84.087.870 lembar. Perubahan ini merupakan bagian dari revisi Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) yang ditandatangani oleh Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low bersama PT Jhonlin Baratama pada 1 Oktober 2026.

Rincian Transaksi dan Nilai Akuisisi

“Setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya seluruh syarat pendahuluan, Haji Isam akan memiliki 10.084.088.370 saham biasa BYAN,” ungkap manajemen BYAN pada Selasa (6/10). Menurut laporan dari Bloomberg, Haji Isam sebelumnya juga dilaporkan sedang dalam negosiasi untuk mengakuisisi 62% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan nilai penawaran sekitar US$ 3 miliar atau setara dengan Rp 52,65 triliun, berdasarkan kurs Rp 17.550 per dolar AS.

Entitas yang berada di bawah kendali Haji Isam dilaporkan sedang mengajukan penawaran tunai kepada perusahaan tambang batu bara yang dimiliki oleh miliarder Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low. “Pembayaran kemungkinan akan dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus, kesepakatan dengan harga tersebut akan mewakili diskon sekitar 80% dari level pasar saat ini,” jelas sumber Bloomberg yang dikutip pada Rabu (9/9).

Rencana Perubahan Direksi dan Tanggapan Manajemen

Sebelumnya, Haji Isam berencana untuk mengambil 30% atau sebanyak 10 miliar lembar saham dari emiten tambang batu bara yang dimiliki oleh orang terkaya di Indonesia, Low Tuck Kwong. Terkait dengan kemungkinan perubahan dalam susunan direksi dan dewan komisaris setelah transaksi, manajemen BYAN menyatakan bahwa mereka belum memiliki rencana untuk melakukan perubahan tersebut. Perseroan juga belum menerima permintaan dari pemegang saham utama untuk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terkait perubahan pengurus.

Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga meminta penjelasan mengenai strategi perusahaan dalam mempertahankan dan mengembangkan bisnis utama, termasuk rencana peningkatan produksi atau kapasitas operasional setelah mendapatkan persetujuan RKAB, belanja modal, investasi, ekspansi, diversifikasi usaha, kerja sama strategis, serta potensi sinergi dengan PT Jhonlin Baratama dan kelompok usahanya. Namun, manajemen BYAN menyatakan bahwa mereka belum dapat memberikan komentar terkait hal ini karena transaksi masih dalam proses penyelesaian. Perseroan juga tidak terlibat dalam proses transaksi, sehingga belum ada pembahasan dengan PT Jhonlin Baratama mengenai rencana perusahaan setelah transaksi selesai. “Pembahasan dan negosiasi transaksi dilakukan oleh para penjual dan tidak melibatkan Perseroan, Direksi dan Komisaris Perseroan selain Dato' Low Tuck Kwong,” tutup manajemen BYAN.

Artikel Terkait