Konser yang sangat dinanti dari tenor Italia, Andrea Bocelli, dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026. Acara bertajuk Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia ini diharapkan menjadi perayaan yang menggabungkan keindahan musik klasik dengan keagungan situs warisan dunia UNESCO. Namun, harapan tersebut kini terancam oleh desakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta pembatalan acara tersebut.
Desakan ini muncul setelah pemerintah membatalkan konser musisi Israel Houghton. MUI menilai bahwa Andrea Bocelli memiliki rekam jejak yang menunjukkan dukungannya terhadap Israel, sehingga mereka meminta pemerintah untuk konsisten dalam menolak penyelenggaraan konser tersebut. Situasi ini semakin memanas, terutama dengan dukungan Kementerian Pariwisata yang sebelumnya mendukung acara ini sebagai bagian dari promosi pariwisata dan ekonomi kreatif.
Ketidakpastian bagi Penonton
Banyak penggemar yang telah membeli tiket atau berencana untuk menghadiri konser ini kini berada dalam ketidakpastian. Harga tiket untuk konser Andrea Bocelli bervariasi dan cukup tinggi, tergantung pada kategori tempat duduk. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai apakah konser yang sangat dinanti-nantikan ini akan benar-benar dilaksanakan atau dibatalkan sepenuhnya.
Konser di Taman Lumbini Borobudur ini merupakan bagian dari perayaan 30 tahun album Romanza yang dirilis oleh Andrea Bocelli pada tahun 1997. Album tersebut terkenal dengan lagu-lagu ikonik seperti Con Te Partirò yang telah membawa namanya mendunia. Konser ini juga menjadi satu-satunya penampilan publik Bocelli di kawasan Asia-Pasifik sepanjang tahun 2026, dengan pertunjukan tambahan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Rincian Harga Tiket
Promotor Shoemaker Live, yang bekerja sama dengan Bank SMBC Indonesia dan BNI, menawarkan tiket konser di Borobudur dengan harga mulai dari Rp1.000.000 hingga Rp17.500.000, tergantung kategori. Rincian harga yang beredar mencakup kategori Pearl sekitar Rp1.000.000–Rp1.250.000, Bronze Rp2.600.000–Rp3.250.000, Silver Rp3.600.000–Rp4.500.000, Gold Rp5.200.000–Rp6.500.000, Emerald Rp8.400.000–Rp10.500.000, Platinum Rp13.500.000–Rp15.000.000, dan kategori tertinggi, Diamond, seharga Rp15.750.000–Rp17.500.000. Kategori premium biasanya dilengkapi dengan fasilitas tambahan seperti akses VIP lounge.
Penjualan tiket dimulai dengan presale khusus untuk nasabah bank tertentu pada Agustus 2026, sebelum dibuka untuk umum melalui platform resmi seperti tiket.com dan situs terkait. Namun, rencana ini mendapat penolakan dari MUI. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, mendesak pemerintah untuk membatalkan konser tersebut, mengingat keterlibatan Bocelli dalam penggalangan dana untuk militer Israel di Los Angeles pada tahun 2010 dan penampilannya di Tel Aviv pada tahun 2022.
MUI menilai bahwa memberikan panggung kepada sosok yang dianggap mendukung Zionisme bertentangan dengan prinsip keberpihakan Indonesia terhadap kemanusiaan dan perjuangan rakyat Palestina. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menyatakan siap mengikuti keputusan MUI, dengan Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, menyampaikan bahwa pihaknya masih mempelajari situasi sambil mengikuti sikap MUI. Di tingkat lokal, Polresta Magelang bahkan telah mencabut rekomendasi izin untuk penyelenggaraan konser di kawasan Borobudur, sementara aksi penolakan dari sejumlah ormas dan warga juga semakin menguatkan tekanan terhadap panitia penyelenggara.