Ekonomi

IHSG Berpotensi Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham DSSA, BBCA, EMAS, dan ICBP

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami koreksi pada perdagangan hari ini, dengan beberapa saham direkomendasikan oleh analis untuk dibeli.

E
Eira Orelia
24 September 2026 29 pembaca
Nur Hana Putri Nabila
Nur Hana Putri Nabila

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami koreksi dalam perdagangan saham hari ini, Kamis (24/9). Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa IHSG mengalami penguatan sebesar 1,56% menjadi 6.374 pada Rabu (23/9), didorong oleh peningkatan volume pembelian. Kenaikan ini juga mengembalikan IHSG ke atas MA60 dan mencapai area yang sebelumnya diperkirakan.

Proyeksi IHSG dan Level Support-Resistance

Menurut Herditya, posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada dalam bagian wave a dari wave (x). Ia memperkirakan IHSG berpotensi menguji kisaran area 6.208–6.258. “Area penguatan IHSG terdekat selanjutnya berada di 6.387–6.418,” tulis Herditya dalam laporannya pada Kamis (24/9). MNC Sekuritas menetapkan target area support IHSG di kisaran 6.267–6.108, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.440–6.535. Support adalah area harga saham yang dianggap sebagai titik terendah pada suatu waktu, sedangkan resistance merupakan titik tertinggi yang sering kali diikuti oleh aksi jual besar.

Rekomendasi Saham oleh Analis

MNC Sekuritas merekomendasikan untuk melakukan trading buy pada saham PT Indika Energy Tbk (INDY) di kisaran Rp 2.720–Rp 2.800, dengan target harga di Rp 2.910–Rp 2.990 dan level stoploss di bawah Rp 2.660. Selain itu, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga direkomendasikan untuk dibeli pada area Rp 7.500–Rp 7.675, dengan target harga di Rp 7.950–Rp 8.350 dan stoploss di bawah Rp 7.400.

Phintraco Sekuritas menunjukkan bahwa secara teknikal, IHSG masih bergerak di bawah MA5, sementara Stochastic RSI telah memasuki area oversold. Hal ini menunjukkan bahwa IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 6.300–6.400. Jika IHSG menembus level 6.300, Phintraco memperkirakan indeks akan kembali menguji level 6.200–6.270.

Dari sisi kebijakan moneter, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu (23/9) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 5,75%, sesuai dengan ekspektasi. Fasilitas simpanan suku bunga dan fasilitas pinjaman juga tetap di level 4,75% dan 6,5%. Phintraco mencatat perhatian Bank Indonesia terhadap stabilitas nilai tukar rupiah yang cenderung stabil, diharapkan dapat menjaga inflasi sesuai target dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Bank Indonesia sebelumnya telah menaikkan BI Rate sebesar total 100 bps pada bulan Mei dan Juni, mencapai level tertinggi sejak April 2025, sebagai upaya untuk menarik aliran modal asing dan memperkuat nilai tukar rupiah. Pertumbuhan kredit di Indonesia tercatat mencapai 13,36% secara tahunan (yoy) pada Agustus 2026, meskipun mengalami sedikit penurunan dari 13,58% pada Juli 2026. Pertumbuhan ini masih menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2014, didukung oleh optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Bank Indonesia, yang mencapai nilai Rp461,2 triliun pada awal September 2026.

Sejalan dengan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Artikel Terkait