KABARBURSA.COM – Pada pembukaan perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menunjukkan tren positif. Data pasar mencatat bahwa indeks mengalami kenaikan sebesar 32 poin atau 0,51 persen, mencapai level 6.217,05, setelah sebelumnya ditutup pada posisi 6.177,14 pada sesi perdagangan terakhir.
Sejak awal perdagangan, IHSG terus bergerak di zona hijau, bahkan sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.226,72. Di sisi lain, level terendah yang dicapai indeks berada pada angka 6.156,35. Pada awal sesi ini, volume perdagangan tercatat mencapai 23,75 juta lot saham, dengan total nilai transaksi bruto mencapai Rp1.695,3 miliar.
Top Gainers Memimpin Pergerakan Positif
Seiring dengan penguatan indeks, saham-saham yang mengalami kenaikan harga juga mencuri perhatian. PT Mega Perintis Tbk (ZONE) menjadi pemimpin dalam daftar top gainers dengan kenaikan harga sebesar 24,77 persen, mencapai Rp680 per lembar saham, dan nilai transaksi sebesar Rp399,13 juta dari volume 6,17 ribu lot saham dengan frekuensi 232 kali transaksi.
Posisi kedua diisi oleh PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) yang mengalami kenaikan harga sebesar 21,43 persen menjadi Rp102 per lembar saham. Transaksi HDFA mencatatkan nilai Rp348,85 juta dengan volume 34,74 ribu lot saham berfrekuensi 760 kali. Selanjutnya, PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) mencatatkan penguatan 19,15 persen, mencapai harga Rp112, dengan nilai transaksi terbesar di antara top gainers senilai Rp17,02 miliar dari volume 1,60 juta lot saham dalam 8,24 ribu kali transaksi.
Saham Terkoreksi di Pasar
Di sisi lain, pergerakan pasar juga mencatatkan sejumlah saham yang mengalami penurunan. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) memimpin dalam daftar top losers dengan penurunan 8,20 persen, mencapai level Rp336 per lembar saham. Transaksi ACES mencatatkan nilai Rp3,79 miliar dengan volume 112,79 ribu lot saham dalam 1,13 ribu kali perdagangan.
PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) berada di posisi kedua dengan penurunan harga sebesar 6,98 persen menuju Rp1.400 per lembar saham, mencatatkan nilai transaksi Rp57,39 juta dan volume 406 lot saham berfrekuensi 50 kali. Di urutan ketiga, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) mengalami penurunan 6,09 persen menjadi Rp540 per lembar saham dengan nilai transaksi Rp242,76 juta dan volume 4,48 ribu lot saham berfrekuensi 147 kali.
Peringkat keempat diisi oleh PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) yang melemah 5,74 persen ke harga Rp230 per lembar saham dengan nilai transaksi Rp15,54 juta dari volume 654 lot saham berfrekuensi 13 kali. Penurunan lima besar ditutup oleh PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) yang mengalami penurunan sebesar 5,71 persen ke level Rp99 per lembar saham, mencatatkan nilai transaksi Rp102,15 juta dari volume 10,26 ribu lot saham dalam frekuensi 105 kali transaksi harian.