PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) telah resmi mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp290 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung baru-baru ini.
Victor Suhendra, Corporate Secretary PT Indofood Sukses Makmur Tbk, menyampaikan bahwa rencana pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 telah disetujui dalam RUPS Tahunan yang diadakan pada 26 Juni 2026. Dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), total dividen yang akan dibagikan oleh INDF mencapai Rp2,546 triliun.
Jadwal Pembagian Dividen
Dividen ini akan didistribusikan kepada para investor yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 8 Juli 2026 pukul 16.00 WIB, dengan pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli 2026. Besaran dividen tersebut merupakan hasil dari kinerja keuangan Indofood sepanjang tahun 2025, di mana perusahaan mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp10,68 triliun.
Indofood, yang merupakan emiten di sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMGC), juga melaporkan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp61,46 triliun, serta total ekuitas mencapai Rp120,24 triliun hingga akhir Desember 2025. Jika dibandingkan dengan laba bersih untuk tahun buku 2025, total dividen yang dibagikan INDF adalah sekitar 23,8 persen.
Kinerja Saham dan Pertumbuhan Pendapatan
Bagi investor yang ingin menerima dividen tunai, INDF telah menetapkan tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi hingga 6 Juli 2026. Sementara itu, perdagangan ex dividen akan berlangsung pada 7 Juli 2026, sehingga pembelian saham setelah tanggal tersebut tidak akan disertai hak untuk memperoleh dividen tahun buku 2025. Jadwal cum dividen di pasar tunai ditetapkan pada 8 Juli 2026, sedangkan ex dividen pasar tunai dijadwalkan pada 9 Juli 2026.
Di pasar modal, saham INDF tercatat berada di kisaran Rp6.600 hingga Rp6.650 pada sesi II perdagangan pada 1 Juli 2026. Meskipun demikian, harga saham emiten konsumer ini masih berada di atas batas bawah kisaran 52 pekan yang tercatat di level Rp5.850, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp58,17 triliun. Pada harga tersebut, INDF diperdagangkan dengan rasio price to earnings (P/E) sebesar 5,33 kali dan mencatatkan dividend yield sekitar 4,23 persen.
Dari sisi fundamental, kinerja Indofood di awal tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan yang positif. Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp33,89 triliun pada kuartal I-2026, meningkat 7,4 persen secara tahunan. Laba bersih juga mengalami peningkatan sebesar 8,6 persen menjadi Rp2,96 triliun, sementara marjin laba bersih tumbuh menjadi 8,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.