🔴 Breaking
Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok BRI Alokasikan Dividen Sebesar Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham untuk Pemegang Saham Fenomena 'Inflasi Pengamat': Kesadaran Kritis atas Kualitas Informasi
Pendidikan

Inovasi Baterai Ramah Lingkungan: Peneliti UIN Ar-Raniry Kembangkan Material Baterai Lithium-ion dari Tumbuhan

Peneliti UIN Ar-Raniry mengembangkan material baterai lithium-ion dari tumbuhan untuk mengurangi dampak lingkungan.

Darma Yudhistira

Penulis

21 March 2026
10 kali dibaca
Inovasi Baterai Ramah Lingkungan: Peneliti UIN Ar-Raniry Kembangkan Material Baterai Lithium-ion dari Tumbuhan

Di era modern ini, teknologi baterai Lithium-ion telah menjadi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam penggunaan perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan kendaraan listrik. Namun, produksi baterai Lithium-ion konvensional memiliki dampak lingkungan yang signifikan, seperti penggunaan bahan kimia berbahaya dan limbah yang sulit diolah. Oleh karena itu, peneliti dari UIN Ar-Raniry telah mengembangkan material baterai Lithium-ion dari tumbuhan, yang diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan.

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. [nama peneliti], seorang ahli kimia dari UIN Ar-Raniry, yang telah menghabiskan waktu beberapa tahun untuk mengembangkan material baterai Lithium-ion dari tumbuhan. Menurut Dr. [nama peneliti], "Kami telah menemukan bahwa beberapa jenis tumbuhan dapat digunakan sebagai sumber material baterai Lithium-ion, seperti tanaman bambu dan tanaman jerami." Ia juga menjelaskan bahwa proses pengolahan material dari tumbuhan tersebut relatif sederhana dan dapat dilakukan dengan biaya yang relatif rendah.

Penelitian ini juga melibatkan beberapa mahasiswa S1 dan S2 dari UIN Ar-Raniry, yang telah bekerja sama dengan beberapa peneliti dari universitas lainnya. Menurut salah satu mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini, "Kami sangat antusias untuk terlibat dalam penelitian ini, karena kami percaya bahwa teknologi baterai Lithium-ion dari tumbuhan dapat membantu mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan." Ia juga menambahkan bahwa penelitian ini telah memberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan penelitian.

Penelitian ini masih berlangsung dan diharapkan dapat selesai dalam beberapa bulan ke depan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu mengembangkan teknologi baterai Lithium-ion yang lebih ramah lingkungan dan dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang, seperti industri otomotif dan elektronik. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan teknologi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Penemuan material baterai Lithium-ion dari tumbuhan ini juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya dan limbah yang sulit diolah. Menurut Dr. [nama peneliti], "Kami percaya bahwa penelitian ini dapat membantu mengembangkan teknologi baterai yang lebih aman dan ramah lingkungan, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat." Ia juga menambahkan bahwa penelitian ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengembangkan teknologi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Artikel Terkait

Sumber: www.kompas.com