Kesehatan

Istri Mantan Perdana Menteri Malaysia Meninggal Dunia, Kenang Perjuangan Melawan Kanker Payudara

Siti Hasmah Mohamad Ali, istri dari mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, telah meninggal dunia pada usia 100 tahun setelah berjuang melawan kanker payudara. Kepergiannya meninggalkan duka...

A
Adhe Dharma
28 September 2026 24 pembaca
Foto: REUTERS/Bazuki Muhammad
Foto: REUTERS/Bazuki Muhammad

Berita duka datang dari Malaysia, di mana Siti Hasmah Mohamad Ali, istri dari mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, telah meninggal dunia di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur. Ia meninggal pada usia 100 tahun, dan kepergiannya meninggalkan kesedihan yang mendalam di hati publik Malaysia, termasuk para pejabat tinggi seperti Raja Malaysia Sultan Ibrahim dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Perjuangan Melawan Kanker

Siti Hasmah dikenal sebagai sosok yang gigih dalam memperjuangkan kesehatan perempuan. Ia adalah seorang penyintas kanker payudara yang didiagnosis pada usia 93 tahun. Selama hidupnya, ia berbagi pengalamannya dalam menghadapi penyakit ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan secara dini.

Ia menceritakan bahwa benjolan di payudara kirinya pertama kali terdeteksi setelah menjalani pemeriksaan mamografi dan biopsi. Menariknya, ia sempat menyembunyikan informasi ini dari suaminya, Mahathir, karena tidak ingin mengganggu kesibukannya. "Dokter menyarankan saya untuk mengangkat benjolan tersebut dalam waktu seminggu. Awalnya saya tidak mau cerita ke suami karena tidak mau mengganggu kesibukannya. Begitu hasil keluar dan dokter mengonfirmasi itu adalah tumor, baru saya beri tahu dan dia sangat terkejut," ungkapnya.

Pentingnya Pemeriksaan Dini

Setelah menjalani operasi pengangkatan tumor, kondisi Siti Hasmah membaik dan ia diperbolehkan pulang keesokan harinya. "Saya adalah seorang survivor," katanya dengan bangga. Dari pengalamannya, ia mengingatkan para wanita untuk tidak menyepelekan gejala sekecil apa pun dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Ia menekankan bahwa kanker payudara dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia.

"Jangan pernah mengira kanker payudara cuma terjadi pada orang lain dan tidak akan menimpa diri sendiri. Kanker payudara bisa menyerang siapa saja, dari yang masih muda sampai yang berusia 90-an seperti saya," tegasnya. Ia juga mendorong wanita untuk tidak merasa malu atau takut untuk menjalani pemeriksaan mamografi.

"Jangan pertaruhkan nyawa Anda. Ini jenis kanker yang bisa dicegah kalau dideteksi lebih awal. Makin cepat diobati, pemulihannya juga makin cepat. Memeriksakan kesehatan adalah tanggung jawab kita selagi masih sehat," pungkas Siti Hasmah.

Artikel Terkait