Kepastian Beroperasi Kembali Setelah Sempat Terhenti
Masyarakat di wilayah Banyumas kini dapat bernapas lega karena moda transportasi publik Bus Trans Banyumas dijadwalkan kembali melayani penumpang mulai Jumat (18/9/2026). Pengoperasian ulang ini dilakukan setelah layanan armada bus tersebut sempat mengalami penghentian sementara sejak akhir Agustus 2026 akibat kendala kecukupan anggaran. Kepastian tersebut disampaikan usai dilaksanakannya acara tasyakuran operasional bersama jajaran kru armada di Pendapa Bupati Banyumas pada Kamis (17/9/2026), yang ditandai dengan pelepasan bus secara langsung oleh pihak pemerintah daerah.
Ketentuan Tarif dan Skema Layanan Armada
Dari segi pembiayaan, pihak pengelola memastikan bahwa besaran ongkos perjalanan bagi publik tidak mengalami kenaikan hingga penutupan tahun ini. Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, mengungkapkan bahwa rencana penyesuaian ongkos belum dieksekusi saat ini.
"Belum ada perubahan tarif yang tadinya (direncanakan naik dari) Rp 3.900 menjadi Rp 5.000 itu belum. Jadi itu rencana di tahun 2027," kata Ipoeng usai tasyakuran operasional Trans Banyumas bersama para kru di Pendapa Bupati Banyumas, Kamis (17/9/2026).
Dengan demikian, tarif bagi kategori penumpang umum dipastikan bertahan di angka Rp 3.900, sedangkan untuk kelompok pelajar, lansia, serta penyandang disabilitas tetap dikenakan biaya sebesar Rp 2.000. Ipoeng menegaskan kelancaran ritme kerja armada tersebut.
"Jadi semuanya masih normal ya sampai dengan akhir tahun ini," ujar Ipoeng.
Seluruh fasilitas pendukung juga dioperasikan dalam kondisi lengkap tanpa perubahan. Layanan harian berlangsung mulai pukul 04.45 hingga 20.30 WIB, mencakup empat rute pelayanan yaitu koridor 1 (Ajibarang-Pasar Pon), koridor 2 (Notog-Baturraden), koridor 3A dan 3B (kota), serta koridor 4 (Purwokerto-Kota Lama Banyumas). Pengelola mengerahkan sebanyak 47 unit kendaraan operasional dan 5 unit bus cadangan.
"Sampai dengan akhir tahun ini tetap sama, ada 4 koridor, 47 bus untuk operasional, dan 5 bus cadangan," kata Ipoeng.
Jaminan Ketersediaan Anggaran Operasional
Kembalinya pengoperasian fasilitas transportasi ini berhasil direalisasikan berkat persetujuan dana subsidi pada APBD Perubahan. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menjelaskan rangkaian tahapan evaluasi dan administratif yang telah dirampungkan bersama pihak legislatif serta pemerintah provinsi.
"Tadi malam selesai evaluasi, kemudian tadi rapat dengan dewan, alhamdulillah selesai, besok mulai mengaspal lagi," kata Sadewo usai tasyakuran operasional Trans Banyumas bersama para kru di Pendapa Bupati Banyumas, Kamis (17/9/2026).
Sadewo menegaskan bahwa alokasi pembiayaan yang tersedia dipastikan mencukupi untuk menopang kebutuhan operasional seluruh armada hingga akhir tahun, dengan sokongan tambahan dari anggaran pusat.
"Anggarannya cukup untuk operasional sampai akhir tahun. Kami juga dapat tambahan dari APBN, meski jumlahnya sedikit," ujar Sadewo.