JAKARTA, iNews.id – Paparan sinar matahari yang terlalu sering tidak hanya berdampak pada kesehatan kulit, tetapi juga pada kesehatan mata. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah pterigium, yang merupakan pertumbuhan jaringan pada permukaan mata dan sering disebut sebagai 'daging tumbuh di mata'.
Dokter Tubagus Siswadi mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan perlindungan mata saat beraktivitas di luar ruangan. Ia menjelaskan bahwa paparan sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang menjadi salah satu penyebab utama munculnya pterigium. Pterigium sendiri adalah pertumbuhan jaringan tipis berbentuk segitiga yang biasanya muncul dari bagian putih mata dan dapat meluas hingga menutupi kornea.
Gejala dan Dampak Pterigium
Pada tahap awal, kondisi ini mungkin hanya mengganggu penampilan. Namun, jika terus berkembang, pterigium dapat memicu berbagai keluhan. "Pada awalnya mungkin hanya mengganggu secara kosmetik. Tapi kalau membesar, bisa menyebabkan mata merah, terasa mengganjal, silau, hingga mengganggu penglihatan," jelasnya dalam konten edukasi di X, dikutip Rabu (1/7/2026).
Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi
Selain paparan sinar UV, dr Tubagus menambahkan bahwa faktor lingkungan juga berkontribusi dalam meningkatkan risiko pterigium. Seseorang yang sering terpapar debu, angin, atau udara yang kering memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami kondisi ini.