Kesehatan

Kaitan Antara Kesehatan Tulang dan Penurunan Fungsi Otak pada Lansia

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondisi tulang dapat memberikan indikasi mengenai penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia, dengan CT Scan yang biasa dilakukan dapat membantu mengidentifik...

E
Eira Orelia
06 October 2026 23 pembaca
Foto: Ilustrasi otak (Getty Images/saifulasmee chede)
Foto: Ilustrasi otak (Getty Images/saifulasmee chede)

Seiring bertambahnya usia, kesehatan tulang dan otak dapat mengalami penurunan. Peneliti dari Johns Hopkins melakukan studi untuk mengeksplorasi apakah kondisi salah satu dapat memberikan indikasi tentang seberapa cepat kondisi yang lain menurun. Penelitian ini dipublikasikan pada September 2026 dalam jurnal radiologi.

Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan bahwa CT Scan dada yang dilakukan untuk tujuan lain dapat memberikan informasi mengenai kepadatan tulang serta hubungannya dengan penurunan materi putih atau white matter dan kemampuan kognitif individu di masa depan. Materi putih terdiri dari jutaan serabut saraf yang berfungsi mengirimkan sinyal listrik antar bagian otak. Seiring bertambahnya usia, materi putih dapat mengalami kerusakan, yang berhubungan dengan demensia vaskular, penyakit Alzheimer, dan masalah pada pembuluh darah kecil di otak yang dapat menyebabkan stroke.

Temuan Penelitian

Para peneliti menganalisis individu yang menjalani CT Scan tanpa kontras pada dada, MRI otak multimodal, dan pengujian kognitif. Hasilnya menunjukkan bahwa kepadatan tulang yang lebih rendah berkaitan dengan penurunan integritas materi putih, peningkatan white matter hyperintensities, serta penurunan fungsi kognitif yang lebih cepat. Peneliti pertama-tama meneliti data dari MRI dan menemukan bahwa semakin rendah kepadatan tulang di tulang belakang, semakin rendah pula integritas serat materi putih, terutama di area yang berperan dalam fungsi kognitif dan eksekutif, seperti perencanaan dan pengaturan emosi.

Selanjutnya, mereka menemukan bahwa kepadatan tulang yang lebih rendah berhubungan dengan peningkatan white matter hyperintensities yang lebih cepat. Kondisi ini menunjukkan area materi putih yang mengalami kerusakan dan terlihat sebagai bercak terang pada hasil MRI, yang semakin sering ditemukan seiring bertambahnya usia. Hal ini juga terkait dengan kerusakan pembuluh darah kecil di otak, penurunan fungsi kognitif, dan peningkatan risiko demensia.

Implikasi untuk Deteksi Dini

Hasil dari tes kognitif menunjukkan bahwa individu dengan kepadatan tulang yang lebih rendah mengalami penurunan kemampuan kognitif lebih cepat, yang mencakup daya ingat, perhatian, dan kecepatan dalam memproses informasi. Salah satu implikasi penting dari penelitian ini adalah bahwa pemeriksaan yang sudah dilakukan pasien untuk keperluan lain di masa depan dapat membantu mengidentifikasi individu yang berisiko mengalami penuaan otak lebih cepat.

Dr. Sara Momtazmanesh, penulis penelitian, menjelaskan, "CT dada dilakukan untuk skrining kanker paru-paru, penilaian kalsium, tindak lanjut nodul, dan banyak indikasi lainnya. Pemindaian ini dapat memberikan pengukuran kepadatan tulang secara oportunistik dari tulang belakang toraks yang terkait dengan penurunan fungsi kognitif." Meskipun demikian, penulis juga menekankan bahwa kepadatan tulang yang rendah tidak secara langsung menyebabkan penurunan kognitif, melainkan bisa menjadi indikator penuaan biologis yang lebih luas, karena ada kemungkinan proses mendasar yang sama memengaruhi kesehatan tulang dan otak.

Artikel Terkait