Jakarta - Kanker kolorektal biasanya lebih dikenal sebagai penyakit yang menyerang orang lanjut usia. Namun, kini penyakit ini juga mulai banyak ditemukan pada remaja dan dewasa muda, dengan gejala yang sering disalahartikan sebagai masalah pencernaan biasa. Penelitian yang dipresentasikan pada Konferensi dan Pameran Nasional American Academy of Pediatrics 2026, yang berlangsung pada 2-6 Oktober 2026 di San Diego Convention Center, menunjukkan adanya peningkatan kasus kanker kolorektal stadium lanjut pada pasien yang lebih muda.
"Sayangnya, kanker kolorektal semakin umum terjadi pada remaja dan dewasa muda, dan merupakan penyakit yang berbeda dari kanker kolorektal yang didiagnosis pada orang dewasa yang lebih tua," ungkap penulis studi dan peneliti bedah anak, Erica Arnold, MD, dalam siaran pers American Academy of Pediatrics. Dia menambahkan, "Ketika didiagnosis, penyakit ini sering kali agresif, muncul pada stadium lanjut dan dikaitkan dengan tingkat kekambuhan dan kematian yang tinggi."
Statistik Mencemaskan
Menurut laporan dari NYPost, para ahli melakukan penelitian terhadap 84 pasien berusia 21 tahun atau lebih muda yang didiagnosis dengan kanker kolorektal antara tahun 2012 dan 2023. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki riwayat keluarga kanker kolorektal. Saat didiagnosis, lebih dari setengah pasien berada pada stadium 3, yang berarti kanker telah menyebar secara lokal, sementara 29 persen berada pada stadium 4, di mana kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang jauh. Tragisnya, hampir setengah dari pasien tersebut meninggal dunia akibat penyakit ini pada akhir periode penelitian.
Para pasien menjalani berbagai jenis perawatan, termasuk operasi, kemoterapi, radiasi, dan pembuatan ostomi, yang merupakan prosedur untuk menciptakan lubang alternatif agar kotoran bisa keluar dari tubuh.
Gejala yang Sering Diabaikan
Para peneliti mencatat bahwa hasil yang buruk pada pasien muda sebagian disebabkan oleh sifat kanker yang agresif dan juga karena diagnosis yang terlambat. Gejala yang muncul sering kali disalahartikan sebagai kondisi yang kurang serius, seperti wasir atau Irritable Bowel Syndrome (IBS). Beberapa gejala umum yang dilaporkan oleh pasien sebelum diagnosis meliputi:
- Nyeri punggung dan perut: Nyeri perut dapat berupa kram, buang air besar yang tidak tuntas, gas, atau nyeri punggung yang persisten meskipun sudah beristirahat atau menjalani fisioterapi.
- Perubahan kebiasaan buang air besar: Diare, sembelit, atau tinja yang berbentuk pita sempit yang tidak biasa.
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas: Kesulitan dalam mempertahankan berat badan meskipun pola makan sudah baik, karena kanker mengonsumsi energi dalam jumlah besar.
- Pendarahan dubur: Mungkin terlihat sebagai garis-garis merah terang yang bercampur dengan feses, darah merah gelap, atau feses berwarna hitam.
Para peneliti masih terus menyelidiki penyebab meningkatnya kasus kanker kolorektal di kalangan anak muda. Mereka percaya bahwa beberapa faktor penyebabnya adalah kombinasi dari obesitas, pola makan tinggi daging merah olahan dan gula, serta paparan lingkungan terhadap mikroplastik, pestisida, antibiotik, dan infeksi seperti E. coli.