Ekonomi

KB Bank Luncurkan Layanan Transaksi Langsung Won-Rupiah untuk Efisiensi Biaya

KB Bank menghadirkan layanan transaksi mata uang lokal Korean won untuk menarik lebih banyak nasabah korporasi dari Korea Selatan, di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah.

J
Jarot Kusna
25 September 2026 23 pembaca
Karunia Putri
Karunia Putri

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP), yang dikenal sebagai KB Bank, meluncurkan layanan transaksi mata uang lokal (LCT) Korean won (KRW) untuk menarik lebih banyak nasabah korporasi dari Korea Selatan. Langkah ini diambil oleh bank di tengah kondisi fluktuatif nilai tukar rupiah.

Layanan LCT Korean won memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi langsung dari rupiah ke won Korea tanpa perlu melalui konversi ke dolar Amerika Serikat (AS). Dengan metode ini, nasabah dapat menghemat biaya transaksi secara signifikan dibandingkan jika harus menukarkan rupiah ke dolar AS terlebih dahulu.

Kepala Divisi Transaction Banking KB Bank, Novita S Djani, menjelaskan bahwa LCT memberikan efisiensi bagi nasabah yang memiliki kebutuhan transaksi dengan Korea. Sebelumnya, proses pembayaran ke Korea mengharuskan nasabah untuk mengonversi rupiah ke dolar AS, lalu menukarkan dolar tersebut ke won Korea. “Dengan LCT, itu jadi membuat menjadi lebih efisien dari segi transaksionalnya, jadi mempercepat waktu untuk transfer keluarnya, dan juga membuat menjadi lebih murah, karena nasabah itu cuma kena satu kali untuk FX-nya,” ungkap Novita dalam acara Media Workshop KB Bank di Jakarta pada Kamis (24/9).

Manfaat LCT bagi Perusahaan Korea di Indonesia

Menurut Novita, skema ini sangat membantu perusahaan-perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia dan memiliki kewajiban pembayaran ke kantor pusat di Korea. Beberapa kebutuhan tersebut meliputi repatriasi dana, pembayaran uang sekolah, dan pembayaran asuransi.

KB Bank juga melihat layanan LCT sebagai potensi pertumbuhan dalam bisnis valuta asing (FX) mereka. Novita menyatakan bahwa layanan ini memberikan nilai tambah bagi nasabah korporasi asal Korea.

Penghematan Biaya Transaksi

Direktur Wholesale Banking KB Bank, Widodo Suryadi, menambahkan bahwa LCT berpotensi mengurangi biaya transaksi nasabah dengan menghilangkan salah satu tahapan konversi mata uang. Berdasarkan perhitungan kasar, nasabah dapat menghemat sekitar 20% dari spread jika melakukan transaksi langsung melalui skema LCT, dibandingkan dengan melakukan dua kali konversi mata uang. “LCT ini bisa menghemat spread. Kalau dulu kan rupiah ke USD (dolar AS), USD ke Korean won, itu mungkin bisa sampai 20% dari spread itu yang bisa dihemat oleh nasabah,” jelas Widodo.

Dia menambahkan bahwa potensi penghematan ini semakin relevan bagi nasabah yang melakukan transaksi rutin dengan Korea. KB Bank terus melakukan edukasi kepada perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia mengenai manfaat dari penggunaan LCT.

Widodo mencatat bahwa transaksi won Korea di KB Bank menunjukkan tren peningkatan dari bulan ke bulan, meskipun ia belum merinci volume transaksi menggunakan LCT. “Dari bulan ke bulan trennya naik terus. Kalau kami lihat year on year-nya masih di high single digit, tetapi pertumbuhannya masih luar biasa,” ujarnya.

KB Bank memperkirakan bahwa pertumbuhan transaksi won Korea bisa meningkat ke level double digit seiring dengan semakin luasnya pemanfaatan LCT. Widodo menekankan pentingnya edukasi karena belum banyak perusahaan Korea yang mengetahui tentang fasilitas transaksi langsung dalam mata uang lokal ini.

Dia juga menyatakan bahwa layanan LCT dapat menjadi pintu masuk bagi KB Bank untuk memperluas hubungan dengan nasabah korporasi. “LCT ini juga merupakan suatu door opener, karena ini adalah suatu unique value proposition yang bisa ditawarkan oleh KB Bank,” ucap Widodo.

Meskipun demikian, Widodo mengungkapkan bahwa KB Bank tidak melihat adanya lonjakan signifikan pada simpanan valuta asing nasabah meskipun nilai tukar rupiah berfluktuasi. Dia menambahkan bahwa komponen terbesar dari dana pihak ketiga (DPK) KB Bank masih berasal dari rupiah, baik pada segmen ritel maupun wholesale.

Artikel Terkait