🔴 Breaking
ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok ZYRX Mendapatkan Pembiayaan Sebesar Rp178,8 Miliar dari Bank Permata Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf atas Upaya Pencak Silat Masuk Olimpiade yang Belum Terwujud Pendaftaran UIN Jakarta 2026: Jalur Non Tes dengan Nilai SNBT Dividen Rp45 per Saham, Investor ARNA Dapat Keuntungan Menarik Livin' oleh Mandiri Luncurkan Fitur QR Internasional di Korea Selatan Bahlil: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih Dalam Pertimbangan Inovasi Deteksi Penyakit Kucing: Dosen Universitas Brawijaya Kembangkan Kit Deteksi Panleukopenia BRI Umumkan Pembagian Dividen Menggembirakan, DPR Catat Angka Mencapai 92 Persen Kementerian Pertanian Tetapkan Harga Kedelai Acuan di Rp11.500 per Kg untuk Stabilitas Pasar Pendaftaran UTBK SNBT 2026: Download Kartu Peserta Mulai Besok
Nasional

Kebakaran Melanda Marpoyan Damai Pekanbaru: Delapan Kios dan Satu Rumah Terbakar di Malam Lebaran

Kebakaran besar terjadi di Marpoyan Damai, Pekanbaru, yang menghanguskan delapan kios semi permanen dan satu rumah milik warga pada malam Lebaran.

Jaya Abdi

Penulis

21 March 2026
9 kali dibaca
Kebakaran Melanda Marpoyan Damai Pekanbaru: Delapan Kios dan Satu Rumah Terbakar di Malam Lebaran

Peristiwa kebakaran yang menghanguskan delapan kios semi permanen dan satu unit rumah terjadi di kawasan Marpoyan Damai, Pekanbaru, pada malam Lebaran. Insiden ini mengejutkan masyarakat setempat, terutama pada momen spesial seperti hari raya Idul Fitri.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, dan api dengan cepat melahap bangunan-bangunan tersebut yang sebagian besar terbuat dari bahan mudah terbakar. Menurut informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut. “Kami masih mencari tahu sumber api dan akan melakukan penyelidikan mendalam,” jelas seorang petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Salah satu saksi mata, Rahmat, yang berada di lokasi saat kejadian, mengatakan bahwa kepulan asap mulai terlihat sebelum api menyala dengan besar. “Awalnya saya kira itu hanya asap dari pembakaran limbah, tapi tiba-tiba api muncul dan cepat menyebar,” ujarnya. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya api bisa berkembang dalam kondisi seperti ini, terutama ketika bangunan-bangunan terbuat dari material yang tidak tahan api.

Petugas pemadam kebakaran yang segera tiba di lokasi menghadapi tantangan saat berupaya memadamkan api. “Kami membawa beberapa mobil pemadam, tetapi akses menuju lokasi cukup sulit karena banyaknya kerumunan warga yang ingin melihat,” kata komandan regu pemadam kebakaran saat diwawancarai. Meskipun telah dilakukan upaya pemadaman yang intensif, kerugian materi yang ditimbulkan cukup signifikan, dan hidangan Lebaran bagi para pemilik kios dan penghuni rumah pun terpaksa terlewatkan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pekanbaru menambahkan bahwa pihaknya sedang melakukan evaluasi serta meningkatkan kewaspadaan menjelang hari-hari besar seperti Lebaran, di mana potensi kebakaran cenderung meningkat. “Kami akan melaksanakan sosialisasi mengenai pencegahan kebakaran kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Satu unit rumah dan sejumlah kios yang terbakar merupakan sumber penghidupan bagi beberapa keluarga di daerah tersebut. “Kami berharap agar pemerintah memberikan bantuan bagi korban kebakaran ini agar bisa segera bangkit kembali,” ungkap salah satu warga yang menjadi tetangga korban. Sekarang, masyarakat berharap agar penanganan masalah ini bisa dilakukan dengan cepat untuk meminimalisir dampak sosial dan ekonomi yang lebih besar.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi bencana kebakaran, terutama di lingkungan padat penduduk. Pihak berwenang terus berupaya memberikan informasi dan dukungan kepada masyarakat agar bisa lebih siap dan mengurangi risiko kebakaran di masa depan.

Diharapkan dalam waktu dekat, hasil penyelidikan mengenai penyebab kebakaran dapat terungkap, dan langkah-langkah pencegahan dapat diimplementasikan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di kawasan tersebut.

Artikel Terkait

Sumber: www.jpnn.com