Kesehatan

Kebiasaan Minum Panas Berisiko Tinggi Terhadap Kanker Kerongkongan

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman panas dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan hingga tiga kali lipat, mendorong perlunya perhatian terhadap suhu minuman yang diko...

E
Eko Prasetyo
10 September 2026 29 pembaca
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Jerome Tisne)
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Jerome Tisne)

Jakarta - Penelitian terbaru mengungkap bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman dengan suhu sangat panas dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker kerongkongan hingga tiga kali lipat. Temuan ini menekankan pentingnya untuk mengonsumsi kopi dan teh pada suhu yang lebih nyaman.

Temuan Penelitian Mengenai Risiko Kanker

Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer ini menemukan bahwa konsumsi minuman panas dikaitkan dengan peningkatan risiko squamous cell carcinoma (SCC) pada kerongkongan. Namun, tidak ditemukan peningkatan risiko untuk adenocarcinoma (AC), yang merupakan jenis kanker kerongkongan lainnya. "Dibandingkan dengan konsumsi minuman pada suhu 'hangat', konsumsi minuman pada suhu 'sangat panas' dikaitkan dengan risiko SCC tiga kali lebih tinggi, tetapi tidak dengan risiko AC, setelah memperhitungkan frekuensi konsumsi," tulis para peneliti.

Metodologi dan Analisis Data

Studi ini dipimpin oleh Dr. Keren Papier, seorang ahli epidemiologi nutrisi senior di departemen kesehatan populasi Universitas Oxford. Penelitian ini melibatkan analisis pola konsumsi minuman panas dari hampir 980 ribu individu di Inggris selama periode 14 tahun. Para peserta ditanya tentang preferensi mereka dalam mengonsumsi minuman panas dengan pilihan suhu 'sangat panas', 'panas', 'hangat', dan 'tidak minum minuman panas'. Kesimpulan penelitian didasarkan pada estimasi suhu minuman yang mereka konsumsi, bukan pengukuran suhu secara langsung.

Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian sebelumnya yang dilakukan di berbagai belahan dunia, termasuk Asia, Afrika, Amerika Selatan, dan Timur Tengah, yang menunjukkan bahwa konsumsi minuman pada suhu 70 derajat Celsius atau lebih dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan. Minuman yang sangat panas diduga dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel yang melapisi kerongkongan, yang dikenal sebagai saluran makanan. Selain itu, faktor risiko utama lainnya untuk kanker jenis ini termasuk konsumsi alkohol dan merokok.

Tim peneliti menyarankan agar otoritas kesehatan memanfaatkan temuan ini untuk mendorong masyarakat agar mengonsumsi minuman pada suhu yang lebih rendah dan mengurangi frekuensi konsumsi minuman yang sangat panas, dengan harapan dapat menurunkan angka kejadian kanker kerongkongan. Fiona Osgun, kepala informasi kesehatan di Cancer Research UK, yang mendanai penelitian ini, menyatakan bahwa sulit untuk menentukan secara tepat berapa lama minuman panas harus didiamkan sebelum diminum. "Namun, jika Anda khawatir, kami menyarankan untuk menunggu hingga minuman terasa nyaman untuk diminum, daripada meminumnya saat masih sangat panas," ujar Osgun.

Profesor Muy-Teck Teh dari Queen Mary University of London menambahkan bahwa penggunaan suhu yang dilaporkan sendiri oleh peserta merupakan salah satu keterbatasan dalam penelitian ini yang dapat mempengaruhi hasil. "Masih belum jelas apakah orang yang lebih menyukai minuman yang sangat panas memiliki kemampuan merasakan panas atau sensitivitas mukosa yang berbeda, yang mungkin mencerminkan kecenderungan biologis tertentu terhadap SCC dan menyebabkan mereka lebih menyukai minuman yang lebih panas," jelas Teh.

Kemungkinan ini tidak dapat diabaikan dan membuat interpretasi mengenai hubungan sebab-akibat menjadi lebih kompleks.

Artikel Terkait