Kesehatan

Kebiasaan Sehari-Hari yang Dapat Merusak Kesehatan Otak

Kesehatan otak dipengaruhi oleh berbagai kebiasaan sehari-hari, yang sering kali tidak disadari. Beberapa kebiasaan ini dapat berdampak buruk pada fungsi otak dalam jangka panjang.

A
Ananta Prana
08 October 2026 23 pembaca
Foto: Ilustrasi otak (Getty Images/Ekaterina Chizhevskaya)
Foto: Ilustrasi otak (Getty Images/Ekaterina Chizhevskaya)

Menjaga kesehatan otak bukan hanya tentang mempertahankan ketajaman berpikir seiring bertambahnya usia, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Dr. Randy D'Amico, seorang ahli bedah saraf di Northwell Lenox Hill Hospital, menjelaskan bahwa tindakan yang diambil seseorang saat ini dapat berdampak pada kesehatan otaknya di masa depan. Meskipun faktor genetik berperan, banyak aspek lain yang dapat dikendalikan, termasuk kebiasaan dan gaya hidup.

"Kebiasaan yang Anda bangun sekarang merupakan investasi bagi diri Anda di masa depan," ungkap D'Amico. Ia menyoroti beberapa kebiasaan yang dapat merusak kesehatan otak, antara lain:

1. Terlalu Banyak Duduk

Kekurangan aktivitas fisik dapat berdampak negatif pada kesehatan pembuluh darah, yang juga berpengaruh pada kesehatan otak. "Tidak berarti Anda harus menjadi atlet yang hebat, tetapi Anda hanya perlu bergerak," jelas D'Amico. American Heart Association (AHA) merekomendasikan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama 150 menit atau aktivitas berat selama 75 menit setiap minggu untuk orang dewasa.

2. Menganggap Tidur Tak Penting

Kurang tidur tidak hanya membuat seseorang merasa lesu, tetapi juga dapat merugikan otak. D'Amico menyatakan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu perhatian, daya ingat, dan suasana hati. CDC merekomendasikan agar orang dewasa tidur setidaknya tujuh jam setiap malam, meski kebutuhan tidur setiap individu bervariasi. "Tetapi yang penting adalah tidur secara teratur," tambahnya.

3. Mengonsumsi Makanan Olahan

Pola makan yang kaya akan makanan olahan dan ultra processed food (UPF) dapat mempengaruhi berat badan, kolesterol, kadar glukosa, dan tekanan darah. "Bukan hanya satu jenis makanan yang buruk, tetapi pola makan secara keseluruhan," kata D'Amico. Kesehatan serebrovaskular dan kognitif sangat penting untuk diperhatikan, dan asupan nutrisi yang baik adalah kunci untuk kesehatan otak jangka panjang.

4. Mengabaikan Kesehatan Pembuluh Darah

Penting untuk memantau tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah untuk menjaga kesehatan otak. D'Amico mengingatkan bahwa tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes dapat merusak pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi ke otak. "Proses ini dapat berkembang secara diam-diam selama bertahun-tahun sebelum Anda menyadari gejalanya," tuturnya.

5. Menggunakan Zat Tertentu untuk Mengatasi Stres

Paparan terhadap tembakau dan konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak otak. "Ketika suatu zat menjadi respons otomatis Anda terhadap stres, Anda sedang membangun ketergantungan ke dalam rutinitas harian Anda," jelas D'Amico. Ia menekankan pentingnya mengembangkan cara untuk menghadapi stres tanpa bergantung pada zat tertentu.

6. Hidup dalam Kondisi Terdistraksi

Penggunaan ponsel pintar dan media sosial yang berlebihan dapat mengganggu fokus. "Paparan stimulasi yang terus-menerus juga dapat mengganggu tidur dan mengurangi waktu untuk aktivitas yang menantang otak," kata D'Amico. Ia mengkhawatirkan dampak ini terhadap anak-anak dan menyarankan untuk mengembalikan rasa bosan dalam hidup dengan membaca atau melakukan aktivitas tanpa gangguan.

7. Membiarkan Lingkaran Sosial Menyempit

Interaksi sosial yang bermakna sangat penting untuk kesehatan otak. D'Amico menyatakan bahwa isolasi sosial dapat menjadi faktor risiko penurunan kognitif. "Otak Anda telah berevolusi untuk berinteraksi dengan manusia sungguhan," tambahnya. Oleh karena itu, penting untuk menjaga hubungan sosial yang sehat dan aktif.

Dengan memperhatikan kebiasaan-kebiasaan ini, seseorang dapat berinvestasi dalam kesehatan otak mereka untuk masa depan yang lebih baik.

Artikel Terkait