Kesehatan

Keceriaan Lomba Future Icons di Yogyakarta, Tingkatkan Kemampuan Motorik Anak

Lomba Future Icons Science & Technology di Pakuwon Mall Yogyakarta berlangsung dengan penuh semangat, menguji kecepatan dan ketepatan anak-anak sekaligus melatih kemampuan motorik mereka.

I
Indriani Atmaja
10 October 2026 20 pembaca
Foto: dok. Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Foto: dok. Serly Putri Jumbadi/detikJogja

Yogyakarta - Gelaran lomba Future Icons Science & Technology Kategori A dalam acara Morinaga Door Of Future 'Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab' di Pakuwon Mall Yogyakarta berlangsung dengan sangat meriah. Lomba ini tidak hanya menguji kecepatan dan ketepatan peserta, tetapi juga dirancang untuk mengembangkan kemampuan motorik serta melatih anak-anak dalam mengenali pola dan bentuk.

Permainan yang Menarik dan Edukatif

Dalam permainan Colour, setiap peserta diberikan 30 balok berwarna merah, kuning, dan hijau yang harus dipisahkan ke dalam ember sesuai dengan warna yang ditentukan. Mereka memiliki waktu maksimal lima menit untuk menyelesaikan tantangan ini. Aktivitas ini bertujuan untuk melatih kemampuan motorik anak, khususnya dalam hal koordinasi antara mata dan tangan saat mengambil, memilah, serta memasukkan balok ke ember yang tepat. Anak-anak juga dituntut untuk berkonsentrasi agar dapat menyelesaikan tantangan dengan cepat dan akurat.

Penilaian dilakukan berdasarkan jumlah balok yang berhasil dimasukkan ke ember sesuai dengan warna, jumlah balok yang salah tempat, serta balok yang belum terselesaikan. Kecepatan menjadi salah satu faktor penentu. Peserta yang menyelesaikan permainan lebih awal harus mengangkat tangan agar pengawas dapat mencatat waktu penyelesaiannya. Tiga peserta dengan hasil terbaik kemudian melanjutkan ke babak final untuk memperebutkan posisi juara pertama, kedua, dan ketiga. Pada tahap ini, mereka menghadapi permainan Shape yang menguji kemampuan mencocokkan bentuk.

Pengalaman Berharga bagi Anak

Pada permainan ini, peserta diminta untuk mencocokkan bangun datar seperti segitiga, lingkaran, dan persegi dengan pola atau lubang berbentuk serupa pada sebuah papan. Mereka harus mengenali setiap bentuk dan menempatkannya pada posisi yang tepat. Melalui permainan Shape, anak-anak dilatih untuk mengenali pola, membedakan bentuk, serta meningkatkan kemampuan pengamatan mereka. Kecepatan dan ketepatan dalam menyelesaikan tantangan menjadi aspek penting dalam menentukan pemenang akhir kompetisi.

Anisa, seorang ibu dari Bantul, merasa senang anaknya, Ryota, yang berusia 3 tahun, berhasil meraih juara pertama. Ia menilai kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anaknya untuk melatih keberanian dan menikmati pengalaman baru. "Acaranya seru banget. Pokoknya melatih mental anak buat berani, anak juga happy," ungkap Anisa saat ditemui di lokasi lomba.

Ia juga menambahkan bahwa Ryota sudah mulai mengikuti lomba sejak belajar berjalan. Di rumah, ia membiasakan anaknya belajar melalui aktivitas bermain agar proses belajar menjadi menyenangkan. "Sebenarnya dari mulai dulu berjalan sudah banyak ikut lomba. Jadi biar anaknya berani dulu sih yang jelas. Kalau di rumah ya sering main aja, belajar sambil bermain," tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Riana, seorang ibu dari Sleman. Meskipun putranya tidak meraih juara, ia merasa senang anaknya dapat berpartisipasi dalam lomba ini. "Senang banget, tadi ikut lomba tapi nggak menang. Tapi acara seperti ini luar biasa ya, karena belajar itu nggak hanya soal materi di kelas, tapi bisa dikemas dengan game-game seperti ini," jelasnya.

Artikel Terkait