Kesehatan

Keluhan Masyarakat Terkait Influenza A yang Lebih Parah, Kemenkes Berikan Penjelasan

Banyak warga melaporkan gejala Influenza A yang mereka alami terasa lebih berat dibandingkan flu biasa. Kemenkes menjelaskan bahwa belum ada kesimpulan definitif mengenai hal tersebut.

J
Jarot Kusna
29 September 2026 21 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/nopparit)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/nopparit)

Jakarta - Sejumlah masyarakat mengungkapkan keluhan mengenai gejala Influenza A yang dirasakan lebih parah dibandingkan dengan flu biasa atau selesma yang sering mereka alami. Beberapa gejala yang dilaporkan antara lain nyeri tubuh dan demam tinggi.

“Emg rasa linu-linu nya luar biasa, tahun lalu saya juga sakit ini, kemarin juga, Alhamdulillah sudah sembuh,” tulis salah satu pengguna di akun @ely*** di Threads pada Selasa (29/9/2026). Pengguna lain juga menuliskan, “Influenza A sejak Kamis. Ganas juga ini virus.”

Seorang pengguna lainnya berbagi pengalamannya, “Baru kali ini saya kena dan sangat lemah. Demam naik turun yang membuat saya sangat lemas, bahkan untuk bangun saja sulit, kepala sakit sekali seperti dipukul, badan terasa seperti dipukuli, sendi-sendi ngilu semua, rasanya seperti covid.”

Pernyataan Kemenkes

Menanggapi keluhan ini, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Andi Saguni, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat menarik kesimpulan mengenai fenomena ini. “Kami tidak dapat menyimpulkan bahwa influenza A saat ini lebih berat hanya berdasarkan pengalaman atau keluhan masyarakat. Yang lebih penting adalah melihat data surveilans, termasuk kasus berat, rawat inap, dan kematiannya,” jelas Andi dalam konferensi pers daring pada Selasa (29/9/2026).

Andi juga menambahkan bahwa untuk Influenza A H3N2 Subclade K yang sempat menjadi perhatian, tidak ditemukan adanya peningkatan tingkat keparahan penyakit. “Kementerian kesehatan berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia tidak menemukan peningkatan tingkat keparahan penyakit,” tuturnya.

Waspada Terhadap Influenza A

Andi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi kelompok berisiko seperti balita, ibu hamil, orang dengan komorbid, lansia, dan mereka yang memiliki sistem imun yang lemah. “Masyarakat tetap harus waspada, terutama kelompok berisiko,” tutupnya.

Baca juga: Prabowo 'Restui' Dana Rp 20 T Buat Tambal Defisit BPJS, Cair Oktober-November 2026.

Artikel Terkait