Pendidikan

--- Kemendiktisaintek Targetkan 19.000 Artikel Ilmiah Terbit di Jurnal Q1 pada 2026 ---

--- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menargetkan 19.000 artikel ilmiah Indonesia dapat dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi Q1 pada tahun 2026 melalui berbagai program...

A
Ananta Prana
08 October 2026 24 pembaca
Perguruan Tinggi - ilustrasi/Freepik
Perguruan Tinggi - ilustrasi/Freepik
---TITLEEXCERPT--- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menargetkan 19.000 artikel ilmiah Indonesia dapat dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi Q1 pada tahun 2026 melalui berbagai program peningkatan kapasitas peneliti. ---CONTENT---

MAKASSAR—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menetapkan target untuk menerbitkan sekitar 19.000 artikel ilmiah dari Indonesia di jurnal internasional yang masuk dalam kategori kuartil pertama atau Q1 pada tahun 2026. Target ini akan dicapai melalui berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peneliti.

Workshop Penulisan Artikel untuk Jurnal Internasional

Salah satu langkah yang diambil adalah menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel untuk Submit ke Jurnal Internasional Q1, yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar pada 7–8 Oktober 2026. Yoga Dwi Arianda, Ketua Tim Kerja Ekosistem Peneliti dari Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, menyatakan bahwa pencapaian target ini memerlukan partisipasi aktif dari peneliti di berbagai perguruan tinggi.

“Tahun 2026 ini kami diberikan target oleh kementerian untuk mempublikasikan artikel pada Q1 sekitar 19.000 artikel. Ini cukup banyak dan cukup menantang bagi kita semua," ujarnya di Makassar, Kamis.

Tingginya Antusiasme Peserta

Workshop yang diselenggarakan oleh Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemendiktisaintek diikuti oleh sekitar 70 peneliti dan dosen dari berbagai institusi. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya usulan yang masuk, mencapai sekitar 1.700, yang kemudian diseleksi. Setelah proses seleksi, tim fasilitator merekomendasikan sekitar 550 peserta untuk mengikuti pelatihan.

Namun, karena keterbatasan kapasitas, program tahun ini dilaksanakan di empat lokasi berbeda. Setiap sesi diikuti oleh sekitar 70–75 orang, sehingga total peserta yang dapat dijangkau adalah sekitar 250 orang.

Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Publikasi

Yoga menekankan bahwa program peningkatan kapasitas ini tidak hanya berfokus pada jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga pada kualitasnya. Ia menjelaskan bahwa peningkatan jumlah artikel harus sejalan dengan peningkatan kualitas, agar karya ilmiah peneliti Indonesia tidak hanya terbit, tetapi juga dapat dibaca dan dijadikan rujukan baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Ini PR kita bersama, bagaimana meningkatkan publikasi kita agar publikasi ini bisa dibaca oleh peneliti, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Tidak hanya dibaca, tetapi artikel Bapak-Ibu menjadi rujukan,” katanya.

Dalam workshop tersebut, peserta tidak hanya menerima materi mengenai strategi publikasi ilmiah, tetapi juga mendapatkan pendampingan langsung untuk menganalisis dan menyempurnakan naskah artikel mereka hingga siap untuk diajukan ke jurnal. Pendampingan dilakukan melalui sesi bedah artikel yang intensif, di mana naskah masing-masing peserta dikaji untuk menilai kekuatan substansi, metode, penyajian, serta kesesuaian dengan jurnal internasional yang dituju.

Model pendampingan ini merupakan bagian dari upaya Kemendiktisaintek untuk meningkatkan kapasitas peneliti dalam menghasilkan artikel ilmiah berkualitas yang memiliki peluang besar untuk dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi Q1.

Artikel Terkait